INILAH.COM, Jakarta - PT. Bosowa Metal Industri dan PT Bumi Modern Sejahtera telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT PLN untuk pasokan listrik pabrik pemurnian dan pengolahan minerba (smelter) yang dibangun kedua perusahaan tersebut.
"Kedua perusahaan tersebut termasuk perusahaan yang serius membangun smelter sesuai Permen ESDM No.07/2012, sehingga kami menjamin pasokan listrik untuk operasionalisasi pabrik yang mereka bangun nantinya. Yang lain mungkin nyusul," ujar Dirut PLN, Nur Pamudji, Kamis (10/5/2012).
Sebelumnya di ketahui PT Bosowa Metal Industri akan membangun smelter di kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dan PT.Bumi Modern Sejahtera membangun smelter di daerah Jawa Timur.
Chief Executive Officer (CEO) Bosowa Corporation, Erwin Aksa, mengatakan investasi smelter itu US$ 200 juta, dengan sumber pendanaan berasal dari perbankan dalam negeri dan bank dari China.
"Diharapkan proyek semelter nikel tersebut sudah bisa dibangun pada Agustus 2012, dan target bisa beroperasi dua tahun kemudian, paling lambat pada tahun 2014," ujar Erwin, Jumat (27/4), di Jakarta.
Di satu sisi, lanjut Pamudji, pembangunan industri peleburan bahan baku mineral tersebut merupakan peluang besar bagi PLN untuk menyediakan listrik."Karena itu kami sudah mengantisipasi untuk pemenuhan kebutuhan pasokan tersebut dan langkah-langkah termasuk impor listrik kalau perlu," ujarnya. [rus]