INILAH.COM, New York - Minyak mentah di pasar global berakhir lebih rendah pada perdagangan Jumat (11/5/2012). Pasar khawatir dengandata melemahnya aktivitas manufaktur di China.
Minyak mentah AS untuk pekan ini turun hampir 2 persen. Pada perdagangan akhir pekan ini, pasar minyak mentah seiring dengan bursa saham yang terseret kerugian raksasa keuangan AS, JPMorgan hingga US$2 miliar. Pada pertengahan pekan ini, harga minyak sudah tertekan data China tentang menurunnya produksi manufaktur di bulan April 2012.
Minyak mentah jenis light sweet melemah 95 sen menjadi US$96,13 per barel atau di bawah harga rata-rata dalam 200 hari terakhir di US$96,27 per barel. Sementara minyak jenis Brent ditutup di level US$111,40 per barel di London.
"Kami belum melihat eskalasi terkait dengan ketegangan di Iran sehingga premi yang membentuk harga menjadi lepas," kata Ben Le Burn dari OptiosXpress di Sydney.
Produksi minyak mentah negara OPEC di atas target bulan April mencapai 1,6 juta barel per hari. Tambahan pasokan ini dapat menutupi beberapa pasokan dari negara produsen lain yang mengalami penurunan. Hal ini sempat mendongkrak harga minyak mentah sejak awal tahun 2012.