Kamis, 20 Juni 2013 | 17:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kebijakan Bea Keluar Barang Mineral Mentah
Kerugian Pengusaha Tambang Bisa Capai US$4 M
Headline
inilah.com
Oleh: Tio Sukanto
ekonomi - Sabtu, 12 Mei 2012 | 12:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Tambang Mineral Indonesia (Apemindo) memperkirakan akan mengalami rugi sebesar US$4 miliar, terkait kebijakan bea keluar barang mineral mentah.

Kebijakan tersebut ditelurkan Kementerian ESDM dalam Peraturan Menteri ESDM No.07 Tahun 2012. Demikian disampaikan Ketua Umum Apemindo, Poltak Sitanggang kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

"Kalau itu (bea keluar) diterapkan maka akan banyak industri tambang yang mati. Bahkan kerugian bisa mencapai US$4 miliar lebih," kata Poltak.

Tidak hanya kerugian secara nominal, para pekerja tambang yang totalnya mencapai 3 juta lebih juga akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK)."Yang lebih penting adalah menurunnya kepercayaan investor. Di mata investor asing kita menurun sekali," ujar Poltak.

Menurut Poltak, agar tidak berdampak besar pada industri pertambangan, sebaiknya permen tersebut disosialiasikan terlebih dahulu. Pasalnya permen tersebut terlalu mendadak.

"Kita sebenarnya terima kebijakan tersebut. Tapi lebih baik disosialisasikan dulu sama dunia industri pertambangan. Kasihan industri yang kecil. Ini yang belum siap dan terancam tutup," ungkapnya.

Permen ESDM No.07 Tahun 2012 mengatur tentang larangan ekspor bahan baku mentah sebelum dilakukan pemurnian atau pengolahan. Permen tersebut akan efektif berlaku pada 2014.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.