INILAH.COM, Jakarta - Kementerian ESDM meresmikan Program Listrik Pedesaan (Prolisdes) seluruh Indonesia Tahun Anggaran 2011 dan Pemanfaatan Air Tanah dari Sumur Bor di Provinsi Bali, Sabtu (12/5/2012).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti Peresmian Prolisdes seluruh Indonesia dan Pemanfaatan Air Tanah dari Sumur Bor di Provinsi Bali oleh Menteri ESDM Jero Wacik, di Museum Gunung Api Batur, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Turut mendampingi menteri, Sekjen ESDM Waryono Karno, Dirjen Ketenagalistrikan Jarman, Dirjen EBTKE Kardaya Warnika, Kepala Badan Geologi R. Sukhyar, Dirut PLN Nur Pamudji, Dirut PGN Hendi Priyo Santoso dan Sekretaris Daerah Bali I Made Jendra.
Dalam sambutannya, Jero Wacik mengajak pemerintah daerah, perguruan tinggi, koperasi dan lembaga sosial kemasyarakatan untuk turut berpartisipasi aktif mengembangkan pembangkit listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan untuk listrik perdesaan, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Saya juga berpesan agar infrastruktur listrik pedesaan ini dijaga dengan baik untuk kepentingan bersama,” ujar Wacik seperti dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, di Jakarta, Sabtu (12/5/2012).
Jero Wacik kembali menekankan pentingnya gerakan penghematan BBM, listrik dan air secara besar-besaran oleh semua lapisan masyarakat. “Saya mengimbau semua pihak untuk melakukan penghematan besar-besaran dalam setiap aspek kehidupannya. Hal ini menjadi penting, mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah untuk subsidi energi,” jelas Wacik.
Pada kesempatan ini dilakukan pula serah terima aset Museum Gunung Api dari Pemda Bangli kepada Badan Geologi, serta penyerahan bantuan dari Kementerian ESDM berupa lampu hemat energi dan bantuan simbolis pemanfaatan air tanah dari sumur bor. Menteri ESDM dan rombongan selanjutnya melakukan peninjauan lokasi sumur bor dan pemanfaatan air tanah di Desa Belantih Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.