Jumat, 24 Mei 2013 | 00:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-37
Akhirnya, Dibuatlah Sukhoi
Headline
gallery.me.com
Oleh:
ekonomi - Senin, 14 Mei 2012 | 10:30 WIB

KANTOR itu tak sedikit pun memberi kesan sebagai perusahaan yang mengageni pembelian pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Sukhoi Civil Aircraft Corporation. Untuk menemuinya pun, cukup sulit, lantaran letaknya yang berdiri di antara deretan ruko, dekat pertokoan elektronik Glodok.

Tapi, itulah PT Trimarga Rekatama, yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Selatan I No 17, Pinangsia, Tambora, Jakarta Barat. Sejak musibah pesawat Sukhoi Superjet 100 terjadi, para petinggi perusahaan ini lebih banyak berada di Bandara Halim Perdanakusuma.

Hingga saat ini belum diketahui, apa yang menjadi penyebab Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak, Bogor, Rabu sore pekan lalu. Pemerintah Rusia sudah membentuk Komite Investigasi untuk menyelidiki insiden ini, mulai prosedur persiapan kru pesawat dan kondisi teknis pesawat sebelum diberangkatkan dari Rusia. Lalu, apakah ada kesalahan selama persiapan ekspedisi penerbangan uji coba pesawat sipil terbaru ini.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk serius menelusuri kecelakaan ini. Kata Mahfudz, hasil investigasi ini penting untuk bahan pertimbangan pesawat Sukhoi lainnya yang akan dimiliki maskapai penerbangan Indonesia.

Padahal, Sukhoi Superjet 100 telah meraih Sertifikat Type (Type Certification) dari Otoritas Sertifikasi Rusia pada Februari tahun lalu. Kemudian, Februari 2012 memperoleh sertifikasi dari Otoritas Penerbangan Uni Eropa (EASA).

Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat jarak menengah berbadan sedang yang dikembangkan Rusia sejak tahun 2000. Baru pada 2008 melakukan penerbangan perdana.

Pesawat ini dibuat untuk menandingi pesawat Bombardier dari Kanada dan Embraer dari Brasil. Para pelaku industri pesawat Rusia terpaksa banting setir ke kelas pasar ini setelah mereka kewalahan bersaing Airbus dan Boeing.

Sebelumnya, di awal 1990-an, bersamaan bubarnya Uni Soviet, pabrikan-pabrikan pesawat Rusia, seperti Tupolev dan Ilyushin, mencoba mengembangkan pesawat baru yang mengadaptasi berbagai desain dan teknologi Barat. Pesawat Tupolev Tu-204, misalnya, dirancang untuk menandingi Boeing 757. Adapun Ilyushin Il-96 berambisi menjadi pesaing Boeing 777 dan Airbus 330.

Sayangnya, pesawat-pesawat itu tidak pernah laku di pasar. Pesawat ini hanya dibeli para pelanggan tradisional Rusia, seperti Kuba, Korea Utara, Iran, dan beberapa negara Afrika. Akhirnya, produsen pesawat Rusia mengakui bahwa terlalu berat bersaing dengan Airbus dan Boeing.

Dari sinilah Sukhoi Superjet 100 lahir. Sukhoi pun menggandeng beberapa perusahaan dirgantara Barat, seperti Alenia Aeronautica dari Italia, Thales dan Snecma dari Perancis, dan Liebherr dari Swiss untuk mengembangkan pesawat penumpang yang lebih cocok dengan ”selera” Barat. Boeing dari Amerika Serikat pun digandeng sebagai konsultan.

Dengan sistem kontrol elektronikfly-by-wire dan mesin turbofan baru, Sukhoi Superjet 100 dianggap memiliki kelebihan dibandingkan Bombardier dari Embraer. Apalagi harga yang dibandrol cukup murah, hanya US$ 31,7 juta sampai US$ 35 juta per unit.

Namun, itu tak berarti Sukhoi Superjet 100 laku kerar. Berbagai masalah teknis muncul, mulai dari rusaknya detektor, kebocoran pemasok udara kabin, hingga masalah roda pendarat. Masalah ini ditambah lagi citra pesawat Rusia yang beberapa tahun belakangan ini sering jatuh. Inilah kemudian yang menjadi penghalang pemasaran Sukhoi Superjet 100.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-37 yang terbit Senin, 14 Mei 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.