INILAH.COM, Jakarta - Ketidakjelasan kebijakan pemerintah soal konversi dan pembatasan BBM selama ini mendorong pengurus HIPMI mengelar diskusi mencari solusi konstruktif.
Hari ini, Senin (16/5/2012) BPP HIMPI menggelar dialog publik dengan tema “ Tarik Ulur Konversi dan Pembatasan BBM bersubsidi" di Jakarta.
Pemerintah sempat membuat masyarakat resah dengan wacana menaikkan harga BBM bersubsidi premium dari harga Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per tanggal 1 April 2012. Ketidakpastian pemerintah menaikkan harga BBM tersebut membuat BPP HIPMI geram.
Dialog ini dihadiri Hadi Purnomo, staf ahli Meneg.ESDM, Dariatmo (anggota komisi 7 DPR RI), Basuki Trikora Putra, VP fuel retail marketing Pertamina dan Fahmi Darsono.
Diskusi itu bertujuan untuk mendesak pemerintah agar segera mencari solusi yang baik terhadap masalah tersebut. “Saya harap dengan terselenggaranya acara ini, maka akan membantu pereintah untuk mencari solusi yang cerdas untuk menyelesaikan permasalahan ini “, ungkap Boncu, Ketua Pelaksana dialog. [rus]