INILAH.COM. Jakarta - Untuk mengelola cadangan migas yang begitu besar diperut bumi Indonesia, pemerintah harus membentuk badan usaha kembali yang khusus mengelola potensi cadangan tersebut.
Demikian disampaika Anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani kepada INILAH.COM di Jakarta Senin (21/5/2012). "Pertamina saja tidak cukup, harus ada BUMN lain sekelas Pertamina yang didirikan oleh negara untuk dapat fokus mengelola sekian banyak sumber minyak dan gas kita termasuk pertambangan," kata Dewi Aryani.
Menurut Dewi terkait cadangan dan pengelolaan migas tersebut Pertamna tidak bisa dijadikan super body. Oleh karena itu perlu dilakukan audit oleh BPK dan KPK dengan banyaknya dugaan korupsi.
"Cadangan migas dan berbagai potensi pertambangan kita harus di investigasi ulang untuk menjawab berbagai dugaan bahwa cadangannya masih cukup besar dan cukup waktu untuk segera di kelola sendiri oleh BUMN kita. Selain itu Untuk industri pertambangan raksasa seperti Freeport, Newmont dan lain-lain pemerintah juga harus berani melakukan renegosiasi yang ketat," ujar Dewi Aryani.
Saat ini, cadangan minyak Indonesia hanya hanya 3,4 miliar barel atau 900 ribu hingga 1 juta barel per hari. [rus]