INILAH.COM, Jakarta – Dulu, orang enggan berlangganan TV berbayar karena tak mau mengelurkan dana ekstra. Namun, pandangan tersebut telah bergeser dengan makin menggiurkannya pasar ini.
Direktur Utama TelkomVision Elvizar KH mengakui, pangsa pasar TV berbayar di Indonesia masih sangat besar. Dari total pasar yang ada, diperkirakan baru tergarap dibawah 5%.Namun sayangnya,hingga kini belum ada data spesifik mengenai total jumlah penetrasi pasar.
Hal tersebut dikarenakan belum ada data resmi yang menyebutkan soal data tersebut. “Susah mendata pelanggan ritel. Jika kami bilang sekian, pesaing akan bilang diatasnya,”katanya.
Data Asosiasi Pengusaha Multimedia Indonesia (APMI) menyebutkan,pasar TV berbayar di Indonesia yang belum tergarap mencapai 60 juta rumah tangga. Sementara data CIA World Factbook menyebutkan, Indonesia memiliki 50 juta pemirsa TV dimana 4% diantaranya atau sekitar 2 juta merupakan pelanggan TV.
Selain itu, Pyramid Research memperkirakan, jumlah pengguna TV berbayar di Indonesia mencapai 7%dari pangsa pasar di 2015. Berikut wawancara lengkapnya.
Bagaimana kinerja TelkomVision hingga saat ini?
Di 2011, kami berhasil mendapat 1,2 juta pelanggandan untuk 2012, kami mentargetkan 2,5 juta pelanggandan ini bukan hal yang terlalu sulit. Di sisi pendapatan2011, pendapatan mengalami kenaikan84%dibanding tahun sebelumnyasedangkan 2012 ditargetkanmencapai Rp1 triliun atau naik 130%.
Selain itu, TelkomVision mentargetkan pertumbuhan keuntungan dua kali lipatdan menjadi pemimpin pasar televisi berbayar dengan pangsa 60%melalui dua produk andalan,yesTV dan Groovia TV.
Keberhasilan perusahaan meningkatkan kinerja sejak 2011 merupakan pencapaian setelah melakukan restrukturisasi pada 2010. Kami berhasil melakukan percepatan perbaikan setelah mengalami arus kas negatifpada 2009.
Kendala apa yang dihadapi saat itu?
Sebelumnya, TelkomVision dimiliki sejumlah perusahaan yang akhirnya diambil alih Telkom Indonesia. Saat diambil alih,kondisiperusahaan dalam arus kas negatif dengan pelanggan hanya 180 ribuan.
Selain itu, mahalnya biaya konten dan kotak penerima membuat perusahaan terus merugi meski jumlah pelanggan bertambah. Namun kami berhasil mengatasi persoalan ini setelah bernegosiasi kembali.
Strategi apa yang akan dilakukan ke depannya?
Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, kami berencana memperluas area pelayanan hingga 33 provinsi. Saat ini,TelkomVision didukung 10 kantor regional untuk memberi layanan pada masyarakat.
Kami juga membuat tagline ‘Nice & Easy’ untuk menjadi pemimpin pasar dengan menggaet pelanggan baru.Selain itu, TelkomVision juga memperkuat layanan melalui armada mobil dan sepeda motor‘TV Link’untuk menjangkau masyarakat.
Target hingga akhir tahun?
Hingga akhir 2012, TelkomVision mentargetkan laba bersih Rp200 miliaratau naik 200%dari 2011.Jika pendapatan ditarget Rp1 triliun hinga akhir tahun, keuntungan bersih mencapai Rp200 miliar.
Hingga akhir 2011, perusahaan mendapat pendapatsebesarRp500 miliar.Meski saat ini pelanggan ritel lebih besar atau sekitar 75%, namun dalam perjalanan bisni, kami juga membidik pangsa pasar korporat sekitar 46% atau memberi kontribusi 25% dari total pelanggan yang dimiliki.[ast]