INILAH.COM, Jakarta - Jerman akan membuka pintu impor tembakau dari Indonesia. Hal ini menjadi alternatif bagi pemerintah Indonesia usai AS menolak impor tembakau.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta, Sabtu (26/5/2012). "Kemarin kedatangan delegasi Jerman yang menyampaikan bahwa mereka itu sebenarnya market demand siap meneriam impor tembakau dari Indonesia," paparnya.
Pernyataan Agus Marto ini sehubungan dengan penolakan Amerika Serikat atas impor tembakau asal Indonesia. Larangan ini dilakukan AS dengan alasan melindungi produksi rokok dalam negeri.
Ekspor Indonesia dari pengganti tembakau dan tembakau tercatat sebesar US$508.800.000 pada tahun 2008, sebelum pelaksanaan larangan impor AS. Indonesia sempat mengajukan banding atas larangan tersebut melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dengan alasan AS telah diskriminatif terhadap Indonesia.
Agus Marto menyayangkan berkurangnya impor tembakau ini, terlebih karena komoditas ini merupakan salah satu barang andalan ekspor Indonesia. "Tetapi sangat disayangkan produk yang menjadi andalan makin lama makin tidak populer bahkan lahan semakin sempit," tuturnya. [hid]