Kamis, 20 Juni 2013 | 16:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Orang Amerika pun Gemar Kopi
Headline
IST
Oleh: Th. Asteria
ekonomi - Minggu, 27 Mei 2012 | 09:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa merek kopi bertebaran di Amerika. Masing-masing merek berlomba mencari ciri khas berdasarkan selera, harga, dan daya pikat.

Seperti produk konsumen di AS lainnya, sejumlah besar merek bersaing untuk pangsa pasar dan mengeruk keuntungan.

Berdasarkan survei Harris Poll EquiTrend Rankings 2012, teridentifikasi merek kopi terpopuler yang disukai masyarakat AS.

Tujuh perusahaan kopi dengan nilai produk kopi di atas rata-rata, diukur berdasarkan keakraban, kualitas, pertimbangan pembelian dan kemampuan untuk menghasilkan rasa nikmat.

Kopi merek Green Mountain berada di puncak daftar. Perusahaan induknya, Green Mountain Coffee Roasters, sering dianggap sebagai pesaing Starbucks, yang bahkan tidak termasuk dalam daftar.

Faktanya, merek-merek yang dinilai di bawah rata-rata, mungkin lebih dikenal daripada mereka yang di atas nilai rata-rata. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Chock Full O'Nuts, Nescafe, Newman’s Own, Seattle’s Best, dan Starbucks.

Namun, Harris bukan satu-satunya perusahaan riset yang melakukan jajak pendapat orang pada preferensi kopi. Studi lain juga dilakukan oleh Consumer Reports. Anehnya, peringkat preferensi menempatkan Starbucks sebagai merek dengan peringkat tertinggi.

Perbedaan hasil ini menunjukkan bagaimana penelitian yang tak terduga terjadi ketika preferensi konsumen dipertimbangkan.

Terkait hal ini, 24/7 Wall St juga melihat di luar pengukuran subjektif dari preferensi. Yakni harga, berdasarkan asumsi bahwa banyak peminum kopi mempertimbangkan nilai. Selain pendapatan tahunan setiap merek, serta jumlah kantong yang terjual tahun lalu.

Ditemukan, bahwa merek yang paling disukai tidaklah murah. Folgers Ground Coffee dan Green Mountain, dua merek yang paling disukai, memiliki harga lebih dari US$ 7 per kantong. Sementara Millstone dan Eight’s O'Clock, meski masih populer, kurang disukai, dan masing-masing harganya tidak jauh dari US$ 5 per kantong.

Hubungan antara harga dan persepsi kualitas tidak mengejutkan. Starbucks telah meraup keuntungan besar menjual kopi mahal di toko-toko yang terkenal. Pelanggan tidak mengeluhkan secangkir kopi seharga US$3, dua kali lebih mahal ketimbang kopi di toko lain di sekitarnya.

24/7 Wall St mereview Harris Poll EquiTrend Rankings 2012 atas merek kopi, yang mengkuantifikasi kekuatan merek di kalangan konsumen, untuk mengidentifikasi kopi terpopuler.

Penelitian menyertakan penjualan dalam dolar, perubahan penjualan dalam dolar ketimbang satu tahun lalu dan penjualan unit kantong kopi bubuk selama periode setahun terakhir di AS yang disediakan oleh SymphonyIRI Group, perusahaan riset pasar di Chicago.

Data-data ini mencerminkan penjualan di supermarket, apotek, minimarket, pom bensin dan peritel besar, tetapi tidak termasuk Walmart dan toko minuman keras. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.