INILAH.COM, Jakarta-- Bakrie Grup melakukan joint venture dengan mantan Presiden Nigeria dalam tiga sektor yakni karet dan kelapa sawit, pertambangan dan migas.
Masing-masing sektor memiliki target investasi sebesar US$500 juta. "Rencananya invetasi US$1 triliun, namun setelah dua hari berada di Indonesia mantan Presiden Nigeria Olesogun Obasanjo mengubah keputusan menjadi US$500 juta di tiap sektor," kata Direktur Bakrie Delani Africa, Ong Seng Hoo saat jumpa pers Selasa (25/5/2012) kemarin.
Pengggunaan dana investasi US$ 500 juta tersebut, akan direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan.
Olesogun Obasanjo melalui juru bicaranya mengatakan bahwa Indonesia mempunyai sejarah yang sama dalam pertumbuhan ekonomi negaranya. "Perkembangan dan awal perjalanan di kedua negara memiliki awal yang sama. Oleh karena itu kita merasa melakukan kerja sama," katanya.
Selain itu, Indonesia juga menurutnya memiliki beberapa keunggulan dalam beberapa sektor seperti perkebunan. Namun, Ong Seng Hoo belum bisa memastikan perusahaan Bakrie Grup mana yang akan masuk dalam kerja sama tersebut. "Karena semua perusahaan listed," tandas Ong Seng Hoo.
Demikian juga luas lahan yang akan digarap atas sektor kerja sama ini, Hoo belum bisa mengungkapkan. "Itu masih belum bisa diinformasikan lebih detail," katanya. [ast]