INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perhubungan RI , E.E.Mangindaan, Jumat (1/6/2012) pagi di Makassar menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk proyek pembangunan rel kereta api trans Sulawesi yang mengubungkan Makassar - Manado.
Selain proyek pembangunan rel kereta api trans Sulawesi tersebut, Menhub Mangindaan juga menyepakati jalan lintas antarkota Mamminasata dan lintas Makassar-Parepare, dan pengembangan Pelabuhan Garongkong Barru.
Penandatangan MOU itu berlangsung di Baruga Sangiangseri, Rujab Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat (1/6/2012). Hadir mewakili Pemprov Sulsel, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, serta sejumlah kepala daerah se Sulawesi Selatan.
Sebelumnya diberitakan, mega proyek pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Makassar (Sulsel) - Manado (Sulut) diperkirakan akan dimulai pada tahun 2013, menyusul lampu hijau dari Bappenas untuk pengembangan perekonomian di kawasan tersebut.
"Dari penelusuran kami di Bappenas, pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi akan dimaksimalkan untuk pengembangan perekonomian," ujar Ilham yang dihubungi INILAH.COM, Jumat (1/6/2012).
Megaproyek ini menelan dana triliunan rupiah tersebut telah dipresentasikan dan dikaji tim Kementerian Pemukiman dan Prasarana Wilayah Departemen Pekerjaan Umum.
Hasil surveinya, rel kereta api trans Sulawesi tersebut sangat cocok untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di jalur utara-selatan. Bahkan sudah ada investor dari China bersedia membangun jalur kereta api untuk menghubungkan sejumlah provinsi di Pulau Sulawesi ini.
Sementara Menteri Negara Pembangunan Nasional Armida S Alisyahbana di Jakarta telah memberikan 'lampu hijau' soal mega proyek itu pada saat rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa 29/05/2012). Bahkan, mega proyek rel kereta api trans Sulawesi ini langsung dituangkan dalam rapat kerja pemerintah (RKP) tahun 2013, sehingga pembangunannya masuk skala prioritas. [rus]