INILAH.COM, Jakarta - Neraca perdagangan untuk April 2012 tercatat defisit sebesar US$641,1 juta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Jumat (1/6/2012).
"Sementara neraca perdagangan kumulatifnya (Januari-April) masih surplus US$2,13 miliar. Ini bukan merupakan defisit yang pertama kali, pada April 2008 defisit US$724,9 juta dan Juli 2010 defisit US$139 juta," ujarnya.
Ia melanjutkan, impor pada April 2012 tercatat sebesar US$16,62 miliar atau terjadi kenaikan 11,65% dibanding April 2011 dan dibanding Maret 2012 juga terjadi kenaikan 1,82%. "Impor migas US$3,99 miliar, impor non migas US$12,64 miliar. Impor non migas naik 2,6 persen dari Maret," tuturnya.
Total impor Januari-April 2012 terjadi kenaikan 16,18% year on year dengan nilai US$62,37 miliar dan impor non migas sebesar US$47,86 miliar atau naik 15,79%. Ia mengatakan, dari sisi pangsa impor terbesar adalah China US$9,09 miliar, Jepang US$7,72 miliar, dan Thailand US$3,57 miliar. "Thailand ini baru dan dia menggeser AS yang biasanya ketiga terbesar," tutur Suryamin.
Share impor total dari 3 negara tersebut 42,58%. Impor menurut golongan barang yaitu bahan baku US$45,49 miliar, barang modal US$12,46 miliar, dan barang konsumsi US$4,42 miliar. "Sejak April 2005 ekspor April selalu lebih rendah daripada Maret, kecuali 2006," ungkapnya.
Ia menjelaskan, impor yang masuk berupa barang konsumsi seperti barang-barang makanan berupa buah-buahan dan sayuran, kopi, teh,rempah-rempah, gandum-ganduman, lemak hewan, lemak nabati, impor daging, gula dan kembang gula. "Dari Thailand itu besarnya impor kendaraan, mesin-mesin, dan gula," ujarnya.
Sedangkan untuk ekspor April 2012 tercatat US$15,98 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yaitu sebesar 7,36%. Pada sektor minyak dan gas (migas), ekspor turun sebesar 3,56% dari US$3,49 miliar pada Maret, menjadi US$3,36 miliar pada April 2012. Dan sektor non migas, ekspor turun dari US$13,77 miliar menjadi US$12,62 miliar pada April 2012.
Total ekspor Januari-April 2012 mencapai US$64,50 miliar atau naik 4,13% year on year dan ekspor non migas Januari-April sebesar US$51,15 miliar. Porsi terbesar dalam ekspor non-migas adalah bahan bakar mineral, dan lemak dan minyak hewan atau nabati.
Dari sisi pasar ekspor terbesar Indonesia adalah China, Jepang dan AS. Menurut sektor, ekspor barang-barang industri sedikit turun dari US$38,68 miliar pada Januari-April 2011 menjadi US$38,39 miliar pada periode yang sama tahun 2012. Sedangkan, ekspor tambang justru naik dari US$9,66 miliar menjadi US$11,13 miliar pada Januari-April 2012. [ast]