Jumat, 24 Mei 2013 | 01:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Neraca Perdagangan April Defisit
Headline
inilah.com
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi - Jumat, 1 Juni 2012 | 10:12 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Neraca perdagangan untuk April 2012 tercatat defisit sebesar US$641,1 juta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Jumat (1/6/2012).

"Sementara neraca perdagangan kumulatifnya (Januari-April) masih surplus US$2,13 miliar. Ini bukan merupakan defisit yang pertama kali, pada April 2008 defisit US$724,9 juta dan Juli 2010 defisit US$139 juta," ujarnya.

Ia melanjutkan, impor pada April 2012 tercatat sebesar US$16,62 miliar atau terjadi kenaikan 11,65% dibanding April 2011 dan dibanding Maret 2012 juga terjadi kenaikan 1,82%. "Impor migas US$3,99 miliar, impor non migas US$12,64 miliar. Impor non migas naik 2,6 persen dari Maret," tuturnya.

Total impor Januari-April 2012 terjadi kenaikan 16,18% year on year dengan nilai US$62,37 miliar dan impor non migas sebesar US$47,86 miliar atau naik 15,79%. Ia mengatakan, dari sisi pangsa impor terbesar adalah China US$9,09 miliar, Jepang US$7,72 miliar, dan Thailand US$3,57 miliar. "Thailand ini baru dan dia menggeser AS yang biasanya ketiga terbesar," tutur Suryamin.

Share impor total dari 3 negara tersebut 42,58%. Impor menurut golongan barang yaitu bahan baku US$45,49 miliar, barang modal US$12,46 miliar, dan barang konsumsi US$4,42 miliar. "Sejak April 2005 ekspor April selalu lebih rendah daripada Maret, kecuali 2006," ungkapnya.

Ia menjelaskan, impor yang masuk berupa barang konsumsi seperti barang-barang makanan berupa buah-buahan dan sayuran, kopi, teh,rempah-rempah, gandum-ganduman, lemak hewan, lemak nabati, impor daging, gula dan kembang gula. "Dari Thailand itu besarnya impor kendaraan, mesin-mesin, dan gula," ujarnya.

Sedangkan untuk ekspor April 2012 tercatat US$15,98 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yaitu sebesar 7,36%. Pada sektor minyak dan gas (migas), ekspor turun sebesar 3,56% dari US$3,49 miliar pada Maret, menjadi US$3,36 miliar pada April 2012. Dan sektor non migas, ekspor turun dari US$13,77 miliar menjadi US$12,62 miliar pada April 2012.

Total ekspor Januari-April 2012 mencapai US$64,50 miliar atau naik 4,13% year on year dan ekspor non migas Januari-April sebesar US$51,15 miliar. Porsi terbesar dalam ekspor non-migas adalah bahan bakar mineral, dan lemak dan minyak hewan atau nabati.

Dari sisi pasar ekspor terbesar Indonesia adalah China, Jepang dan AS. Menurut sektor, ekspor barang-barang industri sedikit turun dari US$38,68 miliar pada Januari-April 2011 menjadi US$38,39 miliar pada periode yang sama tahun 2012. Sedangkan, ekspor tambang justru naik dari US$9,66 miliar menjadi US$11,13 miliar pada Januari-April 2012. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.