Kamis, 20 Juni 2013 | 09:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BPS Belum Lihat Rupiah Gerogoti Neraca Perdagangan
Headline
Inilah.com
Oleh: Mosi Retnanti Fajarwati
ekonomi - Jumat, 1 Juni 2012 | 15:34 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim belum melihat neraca perdagangan tergerogoti rupiah yang nilai tukarnya terhadap dolar AS terus merosot. Ini dimungkinkan karena BPS baru mencatat perdagangan dua bulan lalu, sedangkan kemerosotan rupiah terjadi belum lama ini.

"Sepertinya kalau untuk sekarang belum terpengaruh. Karena pelemahan rupiah yang besar kan baru-baru kemarin ini. Sedangkan data ekspor impor kita ini data dua bulan yang lalu," jelas Direktur Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Satwiko Darmesto, di Jakarta, Jumat (1/6/2012).

BPS berharap pelemahan rupiah tidak memberikan pengaruh pada ekspor yang bakal berdampak neraca perdagangan Indonesia. "Mudah-mudahan tidak berpengaruh besar (ke ekspor), yang pasti para pengekspor juga akan menyiasati agar tetap bisa ekspor," ungkap Satwiko.

BPS mencatat, neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$641,1 juta pada April 2012, seiring penurunan ekspor ke sejumlah negara yang menjadi pasar tradisional Indonesia. Ekspor Indonesia pada April hanya US$15,98 miliar atau turun 7,36% dari Maret, sedangkan impor mencapai US$16,62 miliar atau naik 1,82% dari Maret.

Defisit itu bukan yang pertama kali terjadi. Pada April dan Juli 2008 serta Juli 2009 terjadi hal serupa sebagai dampak krisis di Amerika Serikat. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.