Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:32 WIB

Rupiah Lemah, Perlu Ada Kebijakan Impor

Oleh : Mosi Retnanti Fajarwati | Jumat, 1 Juni 2012 | 20:06 WIB
Rupiah Lemah, Perlu Ada Kebijakan Impor
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah harus menerapkan kebijakan impor agar jumlah barang yang masuk dapat dibatasi, namun kelangkaan barang bisa dihindari. Ini perlu ditempuh untuk mengendalikan defisit perdagangan.

Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan yang terjadi pada April 2012 sebesar US$641,1 juta.Ekspor Indonesia pada April hanya US$15,98 miliar atau turun 7,36% dari Maret, sedangkan impor mencapai US$16,62 miliar atau naik 1,82% dari Maret.

Ia menilai, penerapan kebijakan impor berimbang merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh agar defisit neraca perdagangan dapat dihindari, terutama dalam kondisi krisis global saat ini.

"Ekspor kita memang lemah karena pengaruh global, jadi dampak dari global sudah mulai terasa. Indonesia mengalami penurunan ekspor. Kuncinya bagaimana kita bisa jaga impor, kalau ekspor memang agak sulit karena permintaannya dunia yang sangat terganggu," jelas Plt Kepala Badan Kebijan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Di sisi lain, ia menilai, dengan adanya pelemahan rupiah, Indonesia seharusnya lebih bisa menggenjot nilai perdagangan. Nilai tukar rupiah yang melemah seharusnya ini kan menjadi salah satu momentum untuk mendorong ekspor karena secara relatif produk Indonesia lebih kompetitif dari segi mata uang.

Namun pembatasan impor itu harus dilakukan hati-hati agar tidak terjadi kelangkaan barang di dalam negeri. Sebab, setiap kelangkaan akan berpengaruh kepada inflasi. "Jika kita memang ingin membatasi impor harus memastikan dulu produksi dalam negerinya." [tjs]

Komentar

 
x