INILAH.COM, Jakarta - Pejabat teras Kementerian Keuangan dikabarkan mengantongi gaji lebih dari Rp2 miliar per tahunnya, bahkan melebihi gaji Perdana Menteri Inggris David Cameron. Namun hal tersebut disanggah Kemenkeu.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dirinya masih harus mengecek lebih dalam pemberitaan yang santer dikabarkan tersebut. "Itu siapa yang bilang, nanti tolong dicek dulu gajinya PM Inggris itu berapa, nanti saya jelaskan," jelasnya di Jakarta, Senin (4/6/2012).
Sebelumnya, Dradjad Wibowo menyatakan menerima kiriman data mengenai pendapatan para eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. "Minggu lalu, saya mendapat kiriman data tentang penghasilan beberapa eselon I Kementerian Keuangan (tidak semua eselon I Kemkeu). Sumber data tersebut dari internal Lapangan Banteng (kantor pusat Kemkeu) sendiri," ujar Dradjad, Senin (4/6/2012).
Ekonom Sustainable Development Indonesia (SDI) yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Hari Wibowo itu kemudian membandingkannya dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron yang secara mandiri memotong gajinya sebesar 5%. Menurutnya, penghasilan PM Inggris adalah sebesar 142 ribu atau setara dengan Rp 2,03 miliar per tahun, dihitung dengan kurs Rp14.300 per pound.
Sementara itu, para periode 2006-2008, jika dirata-rata, penghasilan eselon 1 di Kemenkeu bisa mencapai Rp 2,23 miliar setahun. “Data yang dikirim ke saya mencakup periode 2006-2010. Namun untuk tahun 2009 dan 2010 sebagian datanya masih bolong,”
Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Badaruddin mengungkapkan, gaji pejabat eselon I Kemenkeu tidak mungkin mencapai Rp2,23 miliar atau melebihi gaji PM Inggris. "Total gaji (setahun) Rp600 jutaan kali. Enggak lah, enggak gak sebesar itu (Rp2,23 miliar)," tambahnya.
Ia sendiri mengaku, gaji yang dikantonginya setahun tidak mencapai Rp1 miliar. "Enggak mungkin segitu (Rp1 miliar)," ujarnya. [tjs]