Sabtu, 25 Mei 2013 | 19:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-41
Mulia Nasution: Saya Enggak Jujur Dalam Hal Apa?
Headline
Mulia Panusunan Nasution - inilah.com
Oleh: Vinsensius Segu
ekonomi - Senin, 11 Juni 2012 | 08:30 WIB

MESKI telah pensiun sebagai pegawai Kementerian Keuangan, namun Mulia Panusunan Nasution kerap diminta jasanya untuk merumuskan berbagai kebijakan.

Selain terlibat dalam perumusan UU Badan Pelaksana Jaminan Sosial, mantan Sekjen Kementerian Keuangan ini adalah salah satu orang yang menyiapkan lahirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Uniknya, Mulia juga ikut mendaftar sebagai calon Dewan Komisioner (DK). Ia beruntung, karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilihnya bersama 13 calon DK OJK lainnya.

Namun, masuknya nama Mulia dalam daftar calon DK OJK, tak urung menuai protes. Aktivis Indonesia Corruption Watch Apung Widadi menilai, Mulia sarat dengan konflik kepentingan jika terpilih kelak. Ia juga dianggap terlalu tua karena sudah berumur 61 tahun.

Seusai mengikuti fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di depan anggota Komisi XI DPR, Kamis pekan lalu, Vinsensius Segu dari InilahREVIEW mengajukan sejumah pertanyaan kepada Mulia. Petikannya:

Anda melamar pada posisi apa di DK OJK?

Saya melamar sebagai ketua, dan cadangan sebagai wakil ketua.

Bagaimana dengan fit and proper test yang Anda ikuti?

Saya berusaha sebaik-baiknya memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fungsi yang akan diemban di OJK. Itu saja.

Menurut anggota dewan, Anda dinilai kurang jujur. Tanggapan Anda?

Saya enggak tahu. Tapi enggak jujur dalam hal apa? Itu kan sumber berdasarkan data-data yang disusun oleh tim bersama. Tapi saya enggak mungkin menyampaikan tanggapan dengan data yang berbeda. Karena apa yang selama ini dibahas malah dinilai tidak konsisten, begitu.

Optimisme Anda terhadap lembaga OJK ini, bagaimana?

Setiap organisasi memiliki kelemahan, tetapi pengaturan dan pengawasan dalam suatu organisasi secara terpadu itu adalah sebuah pilihan yang telah diambil Indonesia. Selama ini kan masih terpisah. Dan, OJK dinilai lebih baik, walaupun pilihan ini tidak menjamin tak akan terjadi masalah di sektor perbankan maupun di industri pasar modal. Namun dengan organisasi serta pengaturan dan pengawasan yang baru ini, mudah-mudahan lebih baik daripada yang sekarang.

Mengenai ego sektoral kemungkinan akan menjadi batu sandungan. Butuh berapa lama untuk menyatukan itu, seperti BI dan Bapepam-LK?

Tentu kita mulai dengan program-program kebersamaan secara bertahap. Kita bangun SDM dari dua instansi tersebut supaya bisa melebur, bersama-sama satu visi, satu budaya dan satu nilai. Diharapkan dalam setahun bisa diselesaikan.

Bagaimana dengan penolakan kalangan perbankan mengenai pembayaran premi?

Itu aspirasi saya rasa wajar. Semua usulan dan masukan itu akan dijadikan bahan pertimbangan. Kira-kira kapan dimulai pungutan itu, berapa besarnya, dan bagaimana kriterianya? Apakah dari aset, dari jumlah kredit, atau dari jumlah dana yang dikumpulkan? Yang penting tidak membebankan.

Konsep yang tidak membebankan seperti apa?

Kalau bisa presentasenya itu cukup kecil, dan kemudian juga tidak disamaratakan antara yang besar maupun yang kecil.

Idealnya berapa persen?

Seharusnya bisa lebih kecil dari LPS (0,1%)

Anda siap memimpin OJK?

Saya pasti siap. Itu konsekuensi pada saat kita mendaftar. Kita sudah membuat pernyataan siap menjalankan tugas itu.

Dalam 100 hari pertama, apa yang akan Anda lakukan?

Kita akan bersama-sama dengan anggota dan komisioner lainnya menetapkan organisasi, melakukan pengalihan tugas dan wewenang.

Apakah yakin dewan akan memilih Anda?

Ha-ha-ha..., terserah anggota dewan saja. Pada dasarnya jika terpilih kita siap untuk menjalankan amanah ini.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-41 yang terbit Senin, 11 Juni 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.