INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah telah menyerap 60% pembiayaan utang dari target kotor (gross) dalam APBN-P 2012 yang sebesar Rp271 triliun, hingga akhir triwulan II ini.
Hal tersebut diungkapkan Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanti di DPR, Senin (18/6/2012). "Sudah ditarik 60%. Namun, pinjaman proyek realisasinya masih rendah, baru sekitar 30%," ujarnya.
Utang yang paling banyak diserap itu berasal dari penerbitan surat berharga negara (SBN). Selain itu, penyerapan utang juga berasal dari pinjaman luar negeri yang langsung digunakan untuk pembiayaan proyek dan program-program pemerintah dengan porsi yang lebih kecil.
Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Mei 2012 terdiri dari pinjaman bilateral Rp392,37 triliun, pinjaman multilateral Rp24,55 triliun, pinjaman komersial Rp221,33 triliun, supplier Rp 480 miliar, dan pinjaman dalam negeri Rp1,15 triliun.
Sedangkan total surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah sampai Mei 2012 mencapai Rp1.304,26 triliun. Angka ini naik dibandingkan posisi di akhir 2011 yang sebesar Rp 1.859,43 triliun.