Rabu, 22 Mei 2013 | 17:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Minyak Mentah Naik Tipis di Asia
Headline
IST
Oleh: Wahid Ma'ruf
ekonomi - Jumat, 22 Juni 2012 | 13:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Singapura - Minyak mentah pada perdagangan Jumat (22/6/2012) di Asia naik tipis. Gerakan harga minyak mentah terpengaruh data yang menandakan terjadi perlambatan ekonomi global.

Minyak mentah AS jenis light sweet untuk pengiriman Agustus naik 51 sen menjadi US$78,71 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange. Level ini merupakan terendah sejak Oktober. Sementara minyak jenis Brent naik 69 sen menjadi US$89,92 per barel di London.

Minyak mentah AS jatuh dari level US$84 per barel pada pekan ini atau 26 persen selama dua bulan terakhir. Ini menandakan perlambatan ekonomi yang dipicu krisis eropa. Kondisi ini mengurangi permintaan minyak mentah global.

"Sentimen di pasar minyak mentah masih sangat lemah. Sentimen yang ada sangat terbatas untuk melakukan reli," demikian laporan Barclays yang dikutip dari cnbc.com.

Krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi tidak mungkin akan teratasi dalam waktu dekat. Meskipun pembentukan pemerintahan baru, akan dilakukan pekan ini memberi meningkatkan optimisme pasar. Kekhawatiran saat ini sudah bergeser ke Spanyol dan Italia.

Dari perdagangan jenis energi lain seperti minyak pemanas naik 2,3% menjadi 2,55 per galon, bensin naik 2,1 sen menjadi US$2,47 per galon. Gas alam naik 3,4 sen menjadi US$2,62 per 1.000 kaki kubik.

Data manufaktur AS pada bulan Juni menunjukan perlambatan dalam 11 bulan terakhir. Data Purchasing Managers Index (PMI) jatuh menjadi 52,9 dari 54,0 pada bulan Mei. Data bulan Juni ini adalah yang terendah sejak Juli lalu meskipun tetap di atas 50, mengindikasikan gairah investasi.

Belum lagi data indeks pesanan komponen turun menjadi 54,1 dari 54,6. Hal ini tertekan dengan melemahnya permintaan dari Eropa dan dari China.

Sementara untuk data jumlah orang AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun 2.000 ke 387.000. Namun dibandingkan pekan sebelumnya mengalami kenaikan menjadi 389.000 dari 386.000. Hal ini mengartikan pasar tenaga kerja seadng berjuang untuk mendapatkan momentum lagi. Walaupun selama empat pekan terakhir termasuk tertinggi sejak Desember 2011.

Bursa Asia melemah seperti indeks Hang Seng turujn 1,2%, indeks Nikkei turun 0,2%, indeks STI turun 0,4%, indeks Shanghai turun 1,4%, indeks Kospi turun 2,2%, indeks ASX turun 0,9%. Untuk harga emas turun 0,09% ke US$1.564,10 per troy ons, perak turun 0,3% ke US$26,7 per ons. Indeks euro terhadap dolar turun 0,1% menjadi US$1,2531 per euro. Untuk yen terhadap dolar naik 0,2% menjadi US$80,38 per yen.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.