INILAH.COM, San Fransisco - Minyak mentah di pasar global pada pekan ini cukup fluktuatif dan tercatat menurun hingga 5%.
Harga minyak mentah dipengaruhi kondidi makro ekonomi yang masih khawatir terjadi pelemahan global. Hal lain adalah ekspektasi terhadap OPEC untuk menurunkan tingkat produksi sehingga memperbaiki posisi harga minyak ke depan.
Pada perdagangan Jumat (22/6/2012) harga minyak mentah dunia bulan Agustus naik US$1,56 atau 2% menjadi US$79,76 per barel. Harga minyak berada di bawah level US$80 dalam beberapa sesi, dan dalam sepekan harga bisa kembali 5,4%.
"Kita sedang melakukan perbaikan dari harga pada hari Kamis (21/6/2012) yang anjlok," kata Carl Larry, Preiden Oil Outlook and Opinions di Houston, yang dikutip dari marketwatch.com.
Di samping persoalan di atas, fluktuasi harga minyak juga disebabkan karena niai kurs dollar Amerika Serikat dan pendapatan ekonomi AS. Selain itu pasar secara umum mendapat pengaruh dari kebijakan Bank Sentral Eropa yang menerima aset berlebih kolateral untuk meningkatkan akses sektor perbankan sebagai pendanaan.
Sementara produksi energi lain bergerak naik. Pengiriman gasolin Juli bertambah 2 sen atau 0,8% menjadi US$2,57 per galon. Dalam lima periode gasolin mengalami penurunan 4,5%, penurunan pertama dalam sepekan.
Minyak pemanans pengiriman Juli naik 1 sen menjadi 0,3% menjadi US$2,53 per galon. Dalam sepekan mencapai 4,3%. Gas alam pengiriman Juli naik 4 sen atau 1,7% menjadi US$2,63 per juta British termal unit. Dalam sepekan gas alam naik 6,4%.
Harga minyak mentah untuk pekan depan, diperkirakan akan terpengaruh dengan adanya berita makro ekonomi untuk hari ini, Sabtu (23/6/2012) dan kemungkinan adanya badai tropis di Gulf, Meksiko. Analis lain dari Commerzbank mengatakan jika OPEC tidak membuat keputusan memangkas produksi, penurunan dapat dikendalikan sehingga bisa bertahan kembali. [hid]