INILAH.COM, Jakarta - Usaha pengrajin janur ramai diburu konsumen saat musim nikah tiba. Penjualan meningkat namun harga tetap bersahabat.
Para pengusaha kerajinan janur mengalami kenaikan permintaan saat musim kawin tiba. Permintaan terhadap janur meningkat hingga 50 % dari jumlah penjualan di hari biasa yang hanya 15 unit hingga 25 unit.
“Meskipun sekarang banyak model pesta pernikahan modern, tetapi tetap janur itu selalu ada dan dipakai,” tutur Adi W, pengusaha janur di pasar Jatinegara yang dihubungi via telpon, Minggu(24/6).
Tingginya permintaan akan janur, tidak membuat harga penjualan naik signifikan. Adi, mengakui harga untuk janur naik tetapi hanya sekitar 20% dari harga normal yang berkisar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per rangkaiannya. Artinya, harga janur kini sekitar Rp 70.000 hingga Rp 120.000 per rangkaiannya. Kenaikan harga juga masih terbilang terjangkau.
Beberapa pedagang janur di pasar Jatinegara mengakui bahwa harga naik tidak terjadi pada musim kawin tetapi juga saat musim penghujan tiba, karena suplai bahan baku berkurang. Hingga saat ini, bahan baku janur untuk wilayah Jakarta khususnya untuk seluruh pengusaha janur di pasar Jatinegara didatangkan dari Banten. [mel]