INILAH.COM, Solo - Krisis finanasial yang terjadi di kawasan Uni Eropa dan Amerika berdampak kepada penyaluran kredit perbankan Indonesia, tak terkecuali Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).
Nilai penyaluran kredit BTPN menurun dari capaian penyaluran kredit tahun 2011 yang mencapai 30%.
"Dengan situasi ekonomi dunia yang tidak menentu, pasti hal itu akan berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Paling tidak tumbuhnya sekitar 22-23%," kata Direktur BTPN, Arief Haris pada acara workshop perbankan bertema pemberdayaan mass market dan tantangan pelaksanaan financial inclusion di Solo Jum'at (29/6/2012).
Haris mejelaskan bahwa penurunan penyaluran kredit tersebut bukan hanya dialami oleh BTPN, akan tetapi mayoritas juga terjadi pada perbankan Indonesia. Namun begitu, pada semester pertama 2012 ini capaian kredit diakuinya berjalan sesuai dengan rencana. "Target pertumbuhan sebesar 23% sudah sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) kita di 2012,"
Lebih lanjut Haris mengatakan, penurunan kredit pada tahun ini disebabkan banyak pinjaman pada tahun lalu yang sudah diaprove, namun belum ditarik. Akibatnya penyaluran kredit menjadi tersendat.
Hingga semester pertama 2012 penyaluran kredit BTPN sektor mikro sudah mencapai 24%, atau seperempat dari target. Sementara untuk pensiunan 74%, sisanya kredit untuk syariah. [ast]