INILAH.COM, San Francisco - Minyak mentah berjangka melonjak lebih dari 9% pada Sabtu (30/6/2012) dini hari tadi, karena para investor menyambut rencana para pemimpin Eropa untuk menopang sektor perbankan yang tertekan di kawasan itu.
Minyak mentah untuk pengiriman Agustus melesat US$ 7.27, atau 9,4%, ke level US$ 84,96 per barel di New York Mercantile Exchange, kenaikan persentase terbesar satu hari sejak Maret 2009 dan penutupan tertinggi dalam tiga pekan. Minyak naik 6,5% sepekan ini.
Pada Juni, harga minyak turun 1,8%, bahkan kondisi kuartalam lebih buruk. Padap periode Maret-Juni koreksi minyak mencapai 18%, kerugian pertama dalam tiga kuartal, dan harga kuartalan terburuk sejak akhir 2008.
Apresiasi pada Jumat didukung hasil pertemuan Uni Eropa yang melebihi estimasi investor.
"Uni Eropa mencapai kesepakatan yang tanpa diduga positif. Namun, pernyataan itu adalah bukan obat mujarab, "kata Jason Schenker, presiden Prestige Economics di Austin. "Ini adalah langkah ke arah yang benar, tetapi masih ada jalan panjang."
Kesepakatan tersebut membawa kembali minyak dari level terendah delapan bulan, ketika investor khawatir pertemuan akan membawa sedikit, jika ada, langkah konkret untuk menyumbat krisis Eropa.
Namun, para pemimpin Uni Eropa mengumumkan rencana mekanisme pengawasan tunggal untuk sistem perbankan Eropa dan rencana untuk merekapitalisasi langsung perbankan kawasan. Hal ini sebagai bagian dari tindakan jangka pendek untuk membantu menstabilkan pasar.
Minyak yang berorientasi risiko dan pasar saham melonjak setelah pengumuman tersebut, dan euro reli karena dolar AS turun.
Sementara minyak pemanas untuk pengiriman Juli naik 14 sen atau 5,7% ke level US$ 2,70 per galon, bensin Juli naik 11 sen, atau 4,3% menjadi US$ 2,73 per galon. Kedua kontrak berakhir pada dini hari tadi. Minyak pemanas naik 6,4% pada pekan ini, sementara bensin naik 6,1%.
Namun, seperti minyak, bensin dan minyak pemanas membukukan koreksi secara kuartalan sebesar 20% dan 15% masing-masing. Sementara secara bulanan, bensin turun 3,5% dan minyak pemanas turun 0,4%.
Gas alam untuk Agustus menguat, dengan naik 10 sen atau 3,8%, ke level US$ 2,82 per juta British thermal unit. Sepekan, gas alam naik 5,9%. Untuk Juni, gas alam naik 17%, dan secara kuartalan naik 3% , menyudahi koreksi dalam lima kuartal berturut-turut. [ast]