INILAH.COM, Jakarta- Optimisme manajemen Jamsostek, yang meyakini harga saham Garuda Indonesia akan menguat, tampaknya akan menjadi kenyataan.
Kendati sempat melemah kembali, setelah mencapai harga Rp740 pada 24 Mei lalu, saham berkode GIAA itu belakangan kembali menguat. Dan terakhir, Jumat (29/6) lalu, ditutup pada harga Rp710. Artinya, hanya kurang Rp40 dari harga IPO yang Rp750.
Nah, kalau melihat gelagatnya, keyakinan manajemen bahwa GIAA akan mencapai Rp1.000 di akhir 2012 akan tercapai. “Mudah-mudahan tercapai (harga Rp1.000). Sebab kinerja Garuda juga terus membaik,” kata salah seorang manajer di BUMN tersebut.
Rancananya, kata dia, jika angka itu tercapai barulah Jamsostek akan melepas GIAA yang digenggamnya. Sehingga, kalau itu terjadi, maka Jamsostek masih bisa mengantungi gain 33%. “Itu perolehan investasi yang cukup baik untuk masa investasi dua tahun,” katanya.
Sekadar mengingatkan, pada Januari 2011, BUMN ini telah memborong saham Garuda Indonesia di harga Rp750. Total dana yang ditanamkan di perusahaan penerbangan milik pemerintah tersebut mencapai Rp235 miliar. Namun, apa daya, begitu diperdagangkan di bursa, harga GIAA terus merosot. Dan baru bangkit kembali belakangan ini.
Nah, jika rencana manajemen memetik gain dari GIAA berjalan mulus, maka BUMN ini dipastikan akan memetik untung yang lebih besar. Seperti diketahui, untuk tahun ini, Jamsostek menargetkan akan memburu hasil investasi sebesar Rp12, 173 triliun. Eloknya, hingga akhir Mei lalu saja, perolehan yang telah masuk ke kas perseroan sudah mencapai Rp 5,49 triliun atau 45% dari target.
Sehingga, wajar jika manajene optimistis, sisanya yang 55% akan bisa diraih dalam waktu tujuh bulan yang tersisa.[mdr]
.