Selasa, 21 Mei 2013 | 22:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-44
Sofjan Wanandi: Bangun Pasar Dalam Negeri
Headline
Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) - Ist
Oleh: Vinsensius Segu
ekonomi - Senin, 2 Juli 2012 | 12:00 WIB
Berita Terkait

PARA pengusaha Indonesia — terutama yang berorientasi ekspor – kini benar-benar menghadapi situasi yang sangat sulit. Selain berbagai peraturan di dalam negeri, mereka juga menghadapi tembok besar berupa krisis yang melanda negara-negara besar, yang selama ini menjadi pasar utama komoditas ekspor Indonesia.

Bagaimana para pengusaha Indonesia menghadapi situasi yang tak menguntungkan ini? Kamis pekan lalu, Vinsensius Segu dari InilahREVIEW mewawancarai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi. Petikannya:

Bagaimana kinerja ekspor Indonesia di tengah krisis yang melanda Eropa?

Sekarang kita bisa lihat kinerja ekspor kita menurun,baik harga yang dijual maupun komoditas yang akan kita jual. Komoditas-komoditas utama kita mulai dari minyak, gas, kelapa sawit, karet, semua sudah turun, baik harganya maupun volume yang bisa kita jual. Maka itu ekspor kita menurun sekarang ini.

Ke Negara mana saja ekspor Indonesia itu?

Tujuan ekspor kita seperti kekayaan alam itu lebih dominasi ke China, Jepang dan India. Kalau ke Eropa dan Amerika itu lebih kepada manufacturing. Tapi, tradisi market kita lebih dominan ke negara-negara Asia.

Bagaimana permintaan dari China dan India?

Mereka sedang krisis juga. Dulu mereka paling besar membeli barang kita, sekarang berkurang sekali. Contohnyabatubara. Permintaannyaturun sekali. Demikian pula dengan kelapa sawit. Semua karena krisis yang melanda Eropa.Makanya semua kena imbasnya.

Berapa besar ekspor komoditas kita ke China dan India?

Sebelum mereka krisis, trennya meningkat terus.Tapi sekarang turun kira-kira 10%. Dan, sepertinya akan turun terus. Sekarang kan baru terjadi dalam tiga sampai enam bulan terakhir untuk tahun ini.

Kalau permintaan China dan India melemah, alternatif ekspor komoditas kita kemana?

Agak susah sih ya, kita mau ekspor kemana? Mau ke Amerika Latin,Eropa Timur dan negara-negara Afrika lainnya kan enggak gampang, karena mereka marketbagi negara lain. Semua pasar ekspor pasti akan ke daerah-daerah yang baru itu juga.Tapi mereka juga belum tentu punya daya beli dan bagaimana kita berkompetisi,karena pemain-pemain lain juga sudah masuk daerah itu lebih dulu.

Jika kondisi ini terus berlanjut,bagaimana nasib ekspor kita?

Tahun ini kita sudah menghadapi masalah defisit ekspor impor, dimana impor lebih besar daripada ekspor. Ini yang menyebabkan rupiah kita melemah.Makanya kita harus menjaga agar domestic market kita tidak dikuasai oleh barang-barang impor yang masuk. Sebab, kita kalah bersaing sama mereka, terutama yang ilegal.Itu yang kita harus waspadai.

Masalah apalagi yang kini dihadapi ekspor komoditas kita di luar negeri?

Dengan kondisi yang tak menentu, saya lebih senang kita bangun apa yang bisa kita bangun untuk pasar dalam negeri.Kita enggak usah pikirkan ekspor dulu. Bagaimana kita selesaikan infrastruktur kita, selesaikan hight cost economic kita, kerjakan peraturan-peraturan yang enggak beres. Itu saja yang dipikirkan sekarang, enggak usah yang lainnya.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di Majalah InilahREVIEW edisi ke-44 yang terbit Senin, 2 Juli 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.