INILAH.COM, Jakarta – Penurunan harga Pertamax mendapat sambutan positif. Kendati penurunannya hanya minim, yakni sebesar Rp250 per liter.
Kharisma, pemilik Nissan Grand Levina mengaku senang dengan turunnya harga Pertamax, karena hal ini dapat mendorong beralihnya pengguna BBM bersubsidi. "Saya pikir ini bagus dan kalau bisa harga diturunkannya lebih banyak, agar pengguna pertamax lebih banyak juga, "ujarnya.
Senada dengan Ryno yang mengendarai Toyota Camry. Menurutnya, penurunan harga Pertamax ini akan membuatnya cukup berhemat, "Yah pastinya senang dengan turunnya harga ini jadi meringankan beban juga,"katanya.
Seperti diketahui, mulai 1 Juli 2012, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi alias Pertamax sebanyak Rp 250. Ini berarti, Pertamax 92 yang tadinya seharga Rp 8.950 per liter menjadi Rp 8.700 per liter. Sementara Pertamax 95 menjadi Rp9.200 per liter dari semula Rp 9.500 per liter.
Kendati demikian, ia mengaku, bahan bakar premium tetap menjadi pilihan masyarakat.”Pertamax memang lebih murah, tapi masih jauh dengan premium. Jadi, ya, masih lebih banyak yang isi premium," tambahnya, Senin, (2/7/2012).
Sementara Petugas SPBU Jalan Antasari, Prayoga menuturkan, turunnya harga Pertamax 92 dan 95 belum diketahui masyarakat luas,”Pelanggan banyak yang belum tahu, mereka masih nanya ke saya (soal turunnya harga),” ujarnya.
Selain Pertamina yang menurunkan harga Pertamax, Shell ternyata juga mengalami menurunkan harga bahan bakar untuk semua jenis. Untuk Super turun dari Rp8.950 per liter menjadi Rp8.600 per liter, jenis Extra menjadi Rp9.150 dari Rp9.500 perliter, dan untuk Diesel turun menjadi Rp9.500 per liter dari Rp10.100 perliter. [ast]