INILAH.COM, Jakarta - Memasuki semester kedua 2012, penyerapan pengadaan setara beras sudah mencapai angka 2,336 juta ton. Angka ini meningkat 83% dibanding realisasi penyerapan Perum Bulog setara pada semester pertama 2011.
Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso kepada wartawan terkait evaluasi kinerja Perum Bulog semester pertama di Gedung Bulog Jakarta Rabu (4/7/2012).
"Secara angka pengadaan gabah/beras Perum Bulog tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan pengadaan dari tahun 2008-2011. Kecuali untuk tahun 2009, kita masih kalah," ujar Alimoeso.
"Bahkan pengadaan tahun 2012 hanya sampai dengan Juni telah melewati pengadaan setahun di tahun 2010 dan 2011. Pengadaan setahun pada 2010 dan 2011w secara berturut-turut adalah sebesar 1,896 juta ton dan 1,730 juta ton," tambah Alimoeso.
Alimoeso menjelaskan, faktor utama pengadaan tahun ini jauh lebih baik dibanding dua tahun sebelumnya karena produksi padi yang lebih baik. Selain itu, strategi yang dilakukan oleh Perum Bulog juga berjalan dengan baik, seperti jaringan semut, dorong tark, serta pemberian insentif kepada mitra khususnya penggilangan kecil.
"Strategi ini cukup berhasil, terutama pemberian insentif memberikan kenaikan kontribusi peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya," kata Alimoeso.
Sampai pencatatan 3 Juni 2012, pengadaan Perum Bulog setara beras telah mencapai angka 2,356 juta ton, dengan penyerapan 10 ribu ton perhari. "Ini cukup baik. Pengadaan tertinggi kita pada panen raya lalu bisa akan relatif lebih cukup baik," tutupnya. [ast]