INILAH.COM, Beijing - Wakil presiden Peking University Profesor Liu Wei optimistis, China dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya yang tinggi di masa depan.
Tingkat pertumbuhan ekonomi domestik belakangan ini melambat, dibandingkan kuartal sebelumnya, karena terimbas situasi global dan penyesuaian ekonomi domestik.
Namun, industrialisasi dan urbanisasi terus meningkat di China. “Ini merupakan potensi pertumbuhan besar untuk permintaan dan pasokan, sehingga tren pertumbuhan yang cepat untuk jangka panjang belum berubah,”ujarnya, Rabu (4/7/2012).
Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran saat ini bukan mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi. Meski tingkat pertumbuhan tahunan turun 8%, namun ini masih lebih baik, dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia.
Ia menilai, saat ini yang mengkhawatirkan adalah bagaimana meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dari sudut pandang jangka panjang pertumbuhan ekonomi setelah reformasi dan terbukanya ekonomi, pertumbuhan China telah mengalami tiga putaran.
Saat ini, China berada di bagian bawah putaran ketiga, sehingga dapat diperkirakan bahwa laju pertumbuhan China akan dipercepat lagi dalam waktu dekat.
“Karena masalah permintaan domestik diselesaikan atau diperbaiki, situasi internasional membaik dan pemerintah baru akan mengambil posisi tahun ini atau berikutnya,”tutupnya. [ast]