INILAH.COM, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya terbakar Rabu (4/7/2012) pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Penyebab kebakaran tersebut diduga terjadi pada bagian penyuplai batu bara ke bunker.
Akibat dari kebakaran ini pasokan batu bara sebagai sumber bahan listrik dihentikan. Selain itu, dikhawatirkan kebakaran ini dapat mengganggu aliran listrik khususnya di wilayah Cilegon. Demikian seperti dikutip beritacilegon.com.
PLTU Suralaya dikelola oleh PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Suralaya, anak usaha PT Indonesia Power milik PLN Persero. PLTU Surayala terhadap tujuh unit PLTU dengan bahan bakar batu bara. Unit 1 s/d 4 masing-masing mempunyai kapasitas 400 MW dan unit 5 s/d 7 masing-masing 600 MW sehingga U.P.Pembangkitan Suralaya menangani PLTU batubara dengan kapasitas total 3400 MW.
Peristiwa kebakaran juga pernah dialami PTLU Suralaya pada 21 September 2011 lalu. Saat itu satu unit conveyor supply batu bara meladak di unit 8.