INILAH.COM, Jakarta - Kebakaran yang terjadi pada PLTU Suralaya berasal dari conveyor belt atau sabuk pengangkutan batu bara di Unit 4. Namun tidak berdampak pada proses pembangkitan listrik.
Bagian conveyor tersebut terbakar pada Rabu pagi dini hari, hingga menyebabkan asap membubung tinggi di area PLTU. Demikian disampaikan Manager Senior Komunikasi Korporat PT PLN, Bambang Dwiyanto kepada INILAH.COM, Rabu (4/7/2012).
"Yang kebakar hanya conveyor di jalur pengakutan batubara dari tempat penampungan batu bara ke bunker," terang Bambang.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan, akibat kebakaran tersebut satu konstruksi penyangga jalur pengakut batu bara dipastikan rusak. Akibatnya PLTU Unit 4 mengalami gangguan pasokan batu bara dan hanya mengandalkan sisa di bunker. "Dari 8 Unit, hanya PLTU Unit 4 saja yang terganggu," ujar Bambang.
Bambang menambahkan untuk mengatasi gangguan pasokan batu bara tersebut untuk sementara pengoperasian PLTU Unit 4 akan menggunakan BBM MFO (Marine Fuel Oil). "Sementara dioperasikan dengan MFO," jelas Bambang. [hid]