Jumat, 24 Mei 2013 | 04:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-45
Tomy Winata: Kami Bekerja Sesuai Amanah
Headline
IST
Oleh: Iwan Purwantono
ekonomi - Senin, 9 Juli 2012 | 08:00 WIB
Berita Terkait

TOMY Winata tetaplah Tomy Winata. Ia tak begitu risau oleh surat Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang ingin merevisi Perpres Nomor 86 Tahun 2011 tentang proyek pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS). Bagi TW—demikian ia biasa disapa —pegangannya adalah Perpres Nomor 86 Tahun 2011.

Dalam Perpres tersebut, konsorsium yang diberi nama PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) mendapat tugas dari pemerintah untuk melakukan studi kelayakan dan desain dasar proyek Jembatan Selat Sunda (JSS).

Namun, Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam suratnya kepada Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta agar studi kelayakan dan desain dasar proyek JSS dilaksanakan oleh pemerintah. Bila revisi dilakukan, lantas bagaimana dengan peran GBLS sebagai pemrakarsa proyek JSS?

Tapi, sekali lagi, semua ini baru berupa usulan. Tomy sendiri bersama timnya masih terus bekerja sesuai amanah Perpres Nomor 86 Tahun 2011. “Kami tetap bekerja secara konsisten,” katanya kepada Iwan Purwantono dari InilahREVIEW. Berikut petikan wawancara dengan Tomy Winata:

Tentang proyek Jembatan Selat Sunda (JSS)?

Sejauh ini, posisi PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) yang merupakan konsorsium bersama Pemprov Banten dan Pemprov Lampung, tetap bekerja. Kami berpegang pada satu hal, yakni Perpres No 86 Tahun 2011 tentang pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS). Yang didalamnya disebutkan tentang pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).

Masih optimistisdengan proyek ini?

Masih optimistis. Adanya Perpres itu, merupakan keputusan atau ketetapan yang sah dan legal. Kami selalu menjadikannya sebagai acuan. Yang lebih penting lagi, belum ada perubahan.

Anda yakin JSS berjalan sesuai jadwal?

Dalam melakukan pekerjaan pra-JSS, kami selalu berkoordinasi dengan kedua Pemprov tersebut. Baik Gubernur Banten, Ibu Atut Chosiyah maupun Gubernur Lampung, Bapak Sjachroedin ZP belum pernah menyampaikan adanya perubahan. Jadi, kami tetap fokus untuk menjalankan pekerjaan saja.

Apakah Anda merasa dizalimi?

Kami tetap optimistisdan fokus dalam berbagai pekerjaan. Khususnya untuk menyiapkan proyek KSISS atau JSS.

Bagaimana sikap Anda apabila proyek JSS pada akhirnya dibatalkan?

Enggak sejauh itu. Kami tetap konsisten, seperti yang saya sampaikan tadi. Rencana proyek, jalan terus. Dan kami tidak lengah.

Apakah Anda merasa dijegal?

Tidak begitulah. Tentu kami akan tetap patuh dan loyal dengan keputusan pemerintah pusat. Namun sejauh ini, kami tetap optimistisbahwa proyek JSS, bakal terealisir.

Apakah benar bakal calon investor kebanyakan dari China?

Siapa bilang hanya dari China? Sebagai salah satu pemrakarsa JSS, kami bekerja sesuai amanah dan aturan. Termasuk membuka diri atau berkomunikasi dengan beberapa mitra strategis yang potensial. Selain dengan China, juga dengan Jepang, Korea,dan Amerika Serikat.

Siapa saja mereka itu?

Cukup banyak juga. Beberapa yang sudah dijajaki diantaranya dari Amerika Serikat yaitu The US Export Import Bank, yang rencananya mengajak Overseas Private Investment (OPIC). Adapula mitra dari Korea seperti GS Engineering Group dan LG.

Sedangkan mitra potensial asal Jepang ada konsorsium di bawah koordinasi Kementerian Perekonomian, Perdagangan dan Perindustrian (METI). Dalam konsorsium itu terdapat JG Corporation, Nippon Koei dan Nippon Steel. Sementara dari Tiongkok, terdapat China Railway Construction Corporation (CRCC) dan China Development Bank.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-45 yang terbit Senin, 9 Juli 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.