INILAH.COM, Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 1-2 triliun pada semester kedua tahun 2013.
Hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk pendanaan sejumlah proyek infrastruktur nasional yang masuk dalam program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). SMI telah berkomitmen memberikan pendanaan sebesar Rp 5,7 triliun dari total nilai proyek infrastruktur Rp 51,1 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan SMI, Farida Astuti saat ditemui usai Pembahasan Subsidiary Loan Agreement (SLA) dengan Komisi XII DPR di Gedung DPR Jakarta Senin (9/7/2012). "Kita tetap menerbitkan obligasi Rp 1-2 triliun pada tahun depan," kata Farida.
Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini mengatakan bahwa optimalisasi pendanaan melalui penerbitan obligasi, merupakan salah satu opsi dari komitmen perseroan dalam keterlibatannya di program MP3EI.
"Saat ini, proses persiapan penerbitan obligasi telah dilakukan. Timing-nya paling cepat akhir 2013 dan paling lambat awal 2014. Paling cepat ya semester II-2013," ujar Emma.
Emma menambahkan, selain menerbitkan obligasi, perseroan juga meminta penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun. Angka ini direncanakan masuk dalam APBN-P 2012.
Proyek-proyek dalam pipeline SMI senilai Rp 51,1 triliun, meliputi 20 unit proyek kelistrikan senilai Rp 15,204 triliun, 2 unit proyek minyak dan gas Rp 1,15 triliun, 1 unit proyek telekomunikasi senilai Rp 500 miliar, lima unit proyek air minum Rp 2,794 triliun, tiga unit proyek jalan tol Rp 8 triliun, dan 10 unit proyek transportasi dengan kebutuhan dana Rp23,454 triliun. Dari proyek tersebut, SMI hanya berkomitmen mendanai 10%. [rus]