Jumat, 24 Mei 2013 | 22:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Harga BBM Subsidi Belum Berubah
Headline
inilah.com
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi - Senin, 16 Juli 2012 | 21:24 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah belum memastikan akan mengubah asumsi makro dalam APBN-P 2012, termasuk perubahan harga BBM.

Hal tersebut diungkapkan Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, Senin (16/7/2012). Rencananya, Presiden SBY akan memberikan pidato Nota Keuangan pada tanggal 16 Agustus 2012 di hadapan DPR. "Postur detilnya 'kan nanti setelah pidato Presiden," tuturnya ketika dikonfirmasi kemungkinan adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi.

"Kita tidak tahu ini masih dinamika, tentu asumsi makro disusun waktu kemarin itu bulan April-Mei, sangat mungkin itu berubah dengan dinamika perekonomian global," ungkapnya.

Dalam APBN-P 2012, asumsi dasar pertumbuhan ekonomi direvisi, dan kemudian ditetapkan pada angka 6,5% (dari sebelumnya 6,7% pada Januari 2012), sementara itu inflasi pada tingkat 6,8% (dari sebelumnya 5,3% pada Januari 2012).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar Rp9.000 per dolar AS (dari sebelumnya Rp8.800,0 per dolar AS pada Januari 2012), di sisi lain suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5% (dari sebelumnya 6% pada Januari 2012).

Sedangkan rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) sebesar US$105/barel (dari sebelumnya US$90 /barel pada Januari 2012), dan lifting minyak ditetapkan sebesar 930 ribu barel per hari (dari sebelumnya 950 ribu barel per hari pada Januari).

Harga minyak dunia mulai melandai dan ini bisa terlihat dari realisasi ICP hingga 4 Juli 2012. Berdasarkan data Ditjen Migas Kementerian ESDM per 4 Juli 2012, ICP mencapai US$100,18 per barel. Dengan demikian, rata-rata harga ICP sepanjang 6 bulan terakhir yaitu dari Februari hingga Juli 2012 mencapai US$114,66 per barel. Rata-rata ICP dari Januari - Juni 2012 US$100,7 per barel.

Pada November 2011, ICP mencapai US$112,94 per barel, Desember US$110,7 per barel, Januari 2012 mencapai US$115,90 per barel, Februari US$122,17 per barel, Maret US$128,14 per barel, April US$124,63 per barel, dan Mei US$113,76 per barel. Pemerintah awalnya akan menerapkan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012, sehubungan dengan meroketnya harga minyak dunia. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.