INILAH.COM, Jakarta – Memasuki bulan puasa, pasar Tanah Abang sudah penuh sesak. Pembeli yang kebanyakan ibu-ibu dan remaja putri itu memburu aksesoris untuk melengkapi penampilan di bulan suci. Salah satunya adalah kerudung.
“Iya, lagi bingung nih, milih yang mana. Semua kerudungnya bagus-bagus sih,”ujar Ranti, salah satu pengunjung di Tanah Abang kepada INILAH.COM. Saat sedang ditemui, ia sedang memegang tiga kerudung, satu polos dan dua bermotif cerah.
Perempuan berusia 20 tahun itu mengaku sudah satu jam berputar-putar di Tanah Abang untuk mencari kerudung. Ia bersama temannya berencana membeli beberapa kerudung untuk dikenakan selama bulan puasa. Sedangkan satu khusus akan digunakan saat Lebaran.
“Sekarang kan kerudung kan sudah bisa dimodifikasi macam-macam model yah. Jadi, ga perlu beli baju baru, sudah kelihatan berbeda dan cantik,”imbuhnya sambil tersenyum.
Ulan, pedagang kerudung di pasar Tanah Abang blok A lantai LG mengaku, sepekan menjelang puasa, banyak pembeli sudah mulai datang untuk berbelanja. Jumlah ini akan menurun saat memasuki bulan puasa dan kembali ramai menjelang Lebaran.
"Ibu-ibu muda yang paling banyak nyari kerudung, belinya juga eceran, buat dipakai sendiri, "katanya.
Berbagai jenis dan warna kerudung tersedia di Pasar Tanah Abang. Dari model biasa, bermotif atau dengan bordir. Tahun ini, para pedagang banyak menyediakan kerudung model pashmina.
"Model kerudung yang lagi banyak dicari si kerudung pashmina, kerudungnya agak panjang jadi sampe menutup dada, "tuturnya.
Gaya hijab turban dengan pashmina dan kerudung segiempat saat ini memang sedang menjangkiti gaya berjilbab muslimah Indonesia. Turban adalah gaya ikat kepala ala Afrika. Caranya dengan melilitkan kain di atas kepala dengan arah semakin meninggi. Karena turban butuh kain agak panjang, maka pashmina tetap menjadi favorit, terutama karena lebih mudah untuk dikreasikan.
Harga kerudung pashmina sekitar Rp65 ribu. Dalam sehari, ia bisa menjual meraup untung Rp3 juta. Sedangkan menjelang Lebaran, pendapatannya bisa berlipat menjacapai Rp10 juta. "Selain dijual eceran, pembeli juga belinya sampe tiga kodi. kalau yang beli kodian itu buat dijual lagi dan harganya dipotong 10 persen" paparnya.
Ida, pedagang kerudung di Blok B lantai LG juga mengakui, saat ini pembeli lebih banyak mencari kerudung, "Pashmina dan turban paling laku, keduanya sama saja modelnya, tapi pashmina lebih panjang dan turban agak pendek." Katanya sambil melayani pembeli.
Harga yang ditawarkan di blok B lebih murah dibandingkan di blok A. "Pashmina harganya 50 ribu dan turban 45 ribu," ujarnya.
Sebanyak 10 kodi kerudung habis terjual setiap harinya, menjelang puasa dan lebaran. Kebanyakan yang datang ke tempat Ida beil secara grosiran. "Peningkatannya besar, yang biasa hanya bisa jual 5 kodi kerudung, tapi kalo mau lebaran bisa smpe 10 kodi, bahkan kadang-kadang smpe 15 kodi," ungkapnya. [Ast]