Kamis, 20 Juni 2013 | 04:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Properti Jakarta Tumbuh Signifikan
Headline
inilah.com
Oleh: Charles M.Siahaan
ekonomi - Rabu, 18 Juli 2012 | 13:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pasar properti di Jakarta terus mengalami pertumbuhan yang signifikan baik dari sisi permintaan maupun kenaikan harga jual dan sewa seperti terlihat di sektor perkantoran komersial, residential, retail dan kawasan industri.

Menurut Todd Lauhlan, Country Head Jones Lang LaSalle, konsultan properti internasioanal yang berpusat di Chcago dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (18/7/2012), faktor ekonomi dan pertumbuhan daya beli masyarakat serta ekspansi sektor korporasi menjadi pendorong utama pertumbuhan di sektor properti saat ini.

"Kondisi ini telah memicu pengembang dan investor untuk membangun proyek-proyek baru dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya, khususnya gedung perkantoran pencakar langit yang akan mewarnai skyline kota Jakarta dalam dekade mendatang," ujarnya.

Dia menambahkan sektor perkantoran dan kawasan industri masih merupakan sektor yang paling tinggi pertumbuhannya dibanding sektor-sektor lain. Penyerapan ruang kantor di daerah segitiga emas pada triwulan kedua 2012 naik 18% dibanding triwulan pertama 2012.

Sementara harga sewa ruang kantor naik 5%-8%. Gedung berkualitas Grade A meningkat paling tinggi akibat makin menipisnya ruang yang tersedia, sementara permintaan masih cukup besar.

Untuk proyek di luar wilayah segitiga emas, Angela Wibawa, Project Leasing Jones Lang LaSalle mengatakan penyerapannya naik 23%, sehingga total penyerapan pada Semester I 2012 ini sudah melebihi separuh penyerapan tahun lalu.

Ini menunjukkan perkantoran di luar CBD juga meningkat pesat. Hal ini juga tercermin dari kenaikan harga sewa di daerah ini yang rata-rata meningkat secara positif, di mana wilayah Jakarta Selatan mencatat pertumbuhan harga sewa tertinggi sebesar 5% dalam triwulan kedua ini.

Di sektor ritel, Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle mengutarakan pertumbuhan tingkat hunian mal-mal yang ada di Jakarta terus membaik seiring dengan pembukaan toko-toko baru baik dari peritel lukal maupun asing.

Dengan pertumbuhan penyerapan sebesar 27% (qoq) pada triwulan kedua, tingkat hunian mal di Jakarta naik menjadi 88%. Sementara untuk harga sewa mal dalam periode ini, menurut Anton, berhubung mayoritas pengelola mal masih mengutamakan usaha untuk menaikkan tingkat hunian mal, kenaikan harga sewa masih sangat minimal. [rus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.