INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat memperkirakan produksi mobil listrik nasional baru bisa direalisasikan pada 2014.
Hidayat menyatakan, saat ini mobil listrik nasional yang ada baru sebatas prototipe alias belum bisa diproduksi secara komersil. "Membangun 5000-10.000 unit itu masih membutuhkan proses yang panjang, mudah-mudahan sih satu dua tahun bisa. Tapi kalau melihat apa yang dialami negara lain mungkin 2014 itu paling cepat ya," paparnya di Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur untuk menunjang kebutuhan energi berupa charger harus dipersiapkan lebih matang, di setiap SPBU. "Saya kira kementerian-kementerian yang terkait itu sekarang sedang menyiapkan antara lain infrastrukturnya untuk elektriknya, chargernya dan sebagainya, jadi kalau sudah sampai prototipe saya kira sudah kemajuan," ujarnya.
Sementara dari Kementerian Perindustrian, lanjutnya, bertugas menyiapkan kebijakan insentif seperti keringanan pajak, untuk menekan biaya produksi mobil ini secara massal.
"Saya sendiri dengan badan-badan litbang saya memberikan share untuk ikut sdalam tahap penelitian khususnya penggunan komponen2 yang diproduksi dalam negeri , menyiapkan perangkat insetif fiskal dan pasti akan kita berikan fasilitas pajak," ujarnya.
Mobil listrik kini tengah menjadi salah satu fokus pemerintah sebagai laternatif untuk menekan konsumsi BBM. Beberapa pejabat pemerintah seperti Walikota Solo Jokowi dan Menteri BUMN Dahlan Iskan memperkenalkan serta telah mencoba mobil produksi nasional. [rus]