INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan kenaikan fee income sebesar 23% year on year menjadi Rp2,2 triliun pada Semester I 2012.
Menurut Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim dalam paparan kinerja Semester I 2012 di Jakarta, Rabu (18/7/2012), kenaikan fee income ini disebabkan kenaikan pos-pos pendapatan terkait penyaluran kredit dan pendapatan-pendapatan dari bisnis bancassurance. "Pendapatan terkait penyaluran kredit telah tumbuh 21% mencapai Rp1,6 triliun, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kredit Danamon," jelas Vera.
Adapun kredit di segmen mass market Danamom, tumbuh sebesar 20% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp64 triliun sampai Juni 2012, dan berkontribusi sebesar 58% kepada total portofolio kredit Danamon. Sementara kredit dari segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Komersiil (Small Medium Enterprises and Commercial/SMEC) mencatatkan pertumbuhan sebesar 20% dari total portofolio kredit Danamon.
Sedang pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon tumbuh sebesar 64% menjadi Rp5,6 triliun. Untuk kredit korporasi tumbuh 13% menjadi Rp13 triliun, dan trade finance naik 55% menjadi Rp6,5 triliun. "Pertumbuhan kredit kami di enam bulan pertama 2012, juga disertai kualitas aset yang terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) turun 2,5% dari 2,9% pada akhir Juni 2012," kata Vera.
Dalam bisnis pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance tercatat pertumbuhan sebesar 26% menjadi Rp44 triliun atau 40% dari total kredit Danamon. "Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh 20% menjadi Rp37 triliun, sementara deposito tumbuh 7% menjadi Rp56 triliun. Hingga Juni 2012, rasio kredit terhadap total pendanaan berada di posisu 84,4% dibanding 91,3% pada tahun lalu, dan rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga mencapai 97,1% dari 99% di tahun sebelumnya.
Danamon mencatatkan Return of Average Asset (ROAA) sebesar 2,8%, Return on Average Equity (ROAE) 16,4%. Selain itu, hingga Juni 2012, rasio kecukupan modal (CAR) naik menjadi 18,8% dari 14% pada tahun lalu, sementara standalone CAR naik menjadi 18,1% dari 12,1% tahun lalu. [hid]