Selasa, 21 Mei 2013 | 18:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Marissa Mayer
Sang Googirl pun Hijrah ke Yahoo
Headline
Marissa Mayer - Ist
Oleh:
ekonomi - Sabtu, 21 Juli 2012 | 01:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Marissa Mayer terpilih menjadi CEO Yahoo yang baru. Banyak harapan tersampir di pundaknya. Namun, calon ibu ini justru bersikap tenang sembari mempersiapkan cuti melahirkannya.

"Cuti masih beberapa pekan lagi dan saya akan bekerja maksimal sebelum cuti," ujar Marissa Mayer kepadaFortune. Saat ini, ia tengah menantikan anak pertamanya yang diperkirakan lahir pada 7 Oktober. "Dia laki-laki dan superaktif," imbuhnya dengan riang.

Mayer mengaku sudah mengungkapkan kondisi dirinya yang tengah berbadan dua tersebut kepada dewan direksi Yahoo. Namun, tidak ada yang berkeberatan dengan hal tersebut. “Ini menunjukkan bahwa pemikiran mereka sudah berkembang,"katanya.

Seperti diketahui, Yahoo merekrut Marissa Mayer, Google Vice President of Location and Local Service, sebagai CEO baru mereka. Mayer akan menggantikan Ross Levinsohn yang menempati posisi CEO sementara, menggantikan Scott Thompson pada lengser Mei kemarin.

Mayer adalah CEO Yahoo ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun, dan kelima dalam lima tahun terakhir. “Saya merasa terhormat dan senang dapat memimpin Yahoo!, yang merupakan salah satu tujuan utama internet bagi lebih dari 700 juta pengguna,” ujarnya tentang penunjukkan dirinya.

Jabatan terakhirnya adalah wakil presiden yang bertanggung jawab atas layanan lokal. Tugasnya adalah mengawasi Google Maps, Google Earth, dan Zagat, yang diakuisisi pada 2011 lalu.
Latar belakang Mayer di bidang pemrograman dan ilmu komputer adalah keunggulan yang dimilikinya dibandingkan CEO sebelumnya yang memiliki latar belakang pemasaran dan media.

Sebut saja Terry Semel, yang pernah menjabat sebagai eksekutif Warner Brothers. Di tangannya, Yahoo beralih dari perusahaan teknologi menjadi perusahaan media. Kemudian Co-founder dan CEO lama Jerry Yang sempat mencoba untuk mengarahkan perusahaan ini ke tujuan awal tetapi gagal, begitu juga dengan Carol Bartz.

Lulusan Stanford University ini beberapa kali masuk daftar 50 Most Powerful Women in Business versi majalah Fortune, bahkan menjadi wanita termuda dalam daftar tersebut.Tak heran bila Co-founder sekaligus pemegang saham terbesar Yahoo, David Filo, tak ragu memberi persetujuan jabatan CEO bagi Marissa.

“Marissa adalah seorang visioner yang terkemuka dalam hal user experience dan desain produk, dan salah satu penyiasat pengembangan teknologi yang paling menarik di Silicon Valley,”ujarnya.

Senada dengan chairman Yahoo Fred Amoroso yang mengatakan, dewan direksi setuju secara aklamasi bahwa rekam jejak Marissa tidak terbandingkan di bidang teknologi, desain, dan eksekusi produk,”Ini membuatnya menjadi pemimpin yang tepat untuk Yahoo”.

Dibesarkan di Wausau, Wisconsin, perempuan kelahiran 1975 ini memperoleh gelar dalam ilmu komputer di Stanford. Ia bergabung dengan Google pada 1999dan menjadi karyawan ke-20 serta insinyur perempuan pertama di perusahaan itu.

Saat itu, Google baru berupa start-up, bukan titan internet. Di Google, ia bertanggung jawab untuk mengawasi peluncuran beberapa produk perusahaan paling ikonik, seperti Gmail, Google Maps, dan iGoogle.

Di Google, dia menciptakan program khusus untuk melatih para Product Manager mengenai kepemimpinan eksekutif. Banyak dari mereka, kini menjadi manager di layanan terkenal seperti Uber, Dropbox dan Polyvore.

Seiring naiknya Eric Schmidt sebagai CEO, Mayer menjadi salah satu eksekutif Google yang paling sering terlihat di muka publik dan berbicara di konferensi teknologi dalam satu dekade terakhir. Namun, ketika Larry Page menjadi CEO Google menggantikan Eric Schmidt dan mengatur ulang struktur perusahaan pada awal 2011, ia tidak mendapatkan promosi

Sementara eksekutif lainnya, Jeff Huber, dipromosikan menjadi senior VP of Local. Keputusan inilah yang dinilai banyak pihak membuat Mayer kecewa hingga keluar dari Google.

Mayer memiliki pandangan unik tentang teknologi, yang biasanya identik dengan ranah kutu buku berkacamata tebal. Ia mengangap teknologi seperti seni, yang mengalir dan fleksibel. Hal ini terlihat dari penampilannya sehari-hari yang modis.

Sentuhan dalam menata apartemen bernuansa minimalis, juga tercermin dalam pekerjaannya. Lihat saja tampilan mesin pencari Google yang cukup ‘bersih’. Hanya ruang kosong putih, dengan huruf berwarna cerah.

Istri dari Zachary Bogue, pemilik perusahaanpengelolaan dana investasi, Data Collective inijuga adalah seorang pribadi yang hangat dan keibuan. Ia gemar menata rumah, mengidamkan punya keluarga kecil, dan berkeinginan membesarkan anak-anaknya.

Di waktu luangnya, penari balet "The Nutcracker" ketika kuliah di Stanford ini, menyempatkan diri membuat resep cupcakes, salah satu kue kesukaannya. Pribadi membumi inilah yang membuatnya kerap dijuluki ‘Googirl’ oleh rekan-rekannya. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.