INILAH.COM, Los Angeles - Dana Moneter Internasional (IMF) berencana menghentikan bantuan ke Yunani. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa Yunani akan bangkrut pada awal September.
Demikian menurut laporan pers Jerman Minggu (22/7/2012) waktu setempat, mengutip pejabat Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya.
"Troika" dari kelompok internasional yang mengawasi bantuan Yunani, yakni Komisi Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa (ECB), mengirim penguji ke Yunani pekan ini untuk mengukur kemajuan terhadap persyaratan program bantuannya.
Namun, Der Spiegel melaporkan kepada Troika, bahwa sudah jelas pemerintah Yunani tidak dapat memangkas pengeluaran 120% dari pertumbuhan ekonomi hingga 2020, seperti yang disyaratkan. Demikian menurut Bloomberg News.
“Dan jika Yunani diizinkan memiliki lebih banyak waktu untuk mencapai target pemangkasannya, akan dibutuhkan lebih dari 10-50 miliar euro (US$ 12,1-60,5 miliar) bantuan,” ujarnya.
Laporan itu mengatakan ECB dapat melangkah masuk dengan bantuan sementara.
Secara terpisah, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble, dikutip oleh harian Bild mengatakan, Yunani harus melipatgandakan upaya untuk memenuhi syarat bantuannya. "Jika ada penundaan, Yunani harus menebusnya," kata Schaeuble.
Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah koalisi baru Yunani berencana mengumumkan langkah penghematan baru dan mencari pemangkasan anggaran baru senilai miliaran euro menjelang pertemuan akhir pekan ini dengan penguji internasional Troika.
Pemerintah New Democracy Yunani -PASOK akan mengumumkan merger dan penutupan sekitar 20 lembaga negara pekan ini, kata laporan itu.
Kabar ini mengutip seorang pejabat Yunani seniro yang tidak disebutkan namanya. Menurutnya, "Kami akan menemukan semua penghematan yang diminta, atau dalam beberapa kasus mengusulkan langkah-langkah yang setara dengan lebih dari dua kali apa yang diminta Troika." [ast]