INILAH.COM, Jakarta - Meski indeks harga batubara turun 20-25% secara year on year, namun secara average terjadi peningkatan di dalam negeri maupun ekspor sebesar 0,5%.
“Peningkatan tersebut dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika,” ujar Direktur Utama PTBA, Milawarma saat ditemui di Jakarta Selasa malam (24/7/2012).
Menurutnya, secara average terjadi peningkatan sebesar 0,5% untuk harga batu bara. “Sebagai contoh dari Januari lalu harga jual domestik ke PLTU PLN Suralaya naik menjadi US$825 dari harga sebelumnya US$815," kata Milawarma.
Ia menuturkan, harga batu bara sangat tergantung harga batu bara dunia, selain itu juga sesuai dengan kontrak. Dimana pemasoknya tidak bisa memberikan jaminan 100%. "Inikan energi jadi 70% harus di lock, jadi sisanya hanya untuk dipenuhi kekurangan. Masalah lebih rendah atau tinggi itu bisnis," ujar Milawarma.
Sementara itu terkait pendapatan dan laba bersih perusahaan batubara pelat merah tersebut menargetkan naik 20-25% dari tahun sebelumnya. [ast]