INILAH.COM, New York - Minyak mentah di pasar global pada perdagangan Rabu (25/7/2012) menguat, dipicu harapan terhadap Fed untuk memberikan stimulus lanjutan.
Minyak AS jenis light sweet naik 47 sen menjadi US$88,97 per barel. Untk minyak mentah jenis Brent naik 96 sen menjadi US%104,38 per barel di London untuk pengiriman Agustus.
Menguatnya minyak Brent terdorong kekhawatiran gejolak politik di Timur Tengah. Pada perdagangan kemarin data ekonomi dari Eropa memberi kontribusi bagi penguatan hampir 1 persen.
Sektor swasta Eropa menurun untuk enam bulan terakhir untuk produksi manufaktur. Hal ini terjadi pada negara utama Eropa seperti Jerman dan Prancis.