INILAH.COM, Jakarta- Realisasi investasi proyek penanaman modal pada kuartal dua (April-Juni) 2012 merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang masa.
Demikian menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Chatib Basri. Menurutnya, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) berhasil meraih sebesar Rp 56,1 triliun dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 20,8 triliun.
"Saya bisa katakan demikian (tertinggi) karena Indonesia masih memiliki iklim investasi yang bagus, " kata Chatib dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (25/7/2012).
Berdasarkan data laporan keuangan BKPM, realisasi investasi proyek penanaman modal pada kuartal dua (April-Juni) 2012 mencapai Rp 76,9 triliun, atau naik 24% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp 62 triliun. Jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2012 juga mengalami kenaikan 8% dari Rp 71,2 triliun.
Terkait investasi ini, jawara masih dipegang oleh penanaman modal asing.Chatib menilai krisis Eropa memberi sinyal positif dalam mempercepat pertumbuhan PMA di Indonesia. Krisis membuat investor asing harus mengamankan investasinya ke negara-negara yang memiliki return bagus.
" Indonesia termasuk ke dalam kategori itu (memiliki return bagus). Inilah yang membuat pertumbuhan PMA lebih cepat dari PMDN, " ujarnya.
Adapun realisasi PMA berdasarkan asal negara, di urutan teratas adalah Singapura (US$ 0,8 miliar), Amerika Serikat (US$ 0,7 miliar), Australia (US$ 0,6 miliar), Jepang (US$ 0,5 miliar), dan Korea Selatan (US$ 0,5 miliar).
[ast]