INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan menjaga posisi Net Interest Margin (NIM) di level 8,5% hingga akhir 2012 ini.
"Kami ingin bertahan di angka dua digit, tapi melihat kondisi cukup berat. Hal itu bisa mengundang pesaing baru untuk datang, sehingga kita mencoba untuk turun lebih dulu supaya pesaing untuk masuk ke bisnis kita pikir-pikir dulu," ujar Direktur Keuangan BRI, Achmad Baiquni di Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Hal senada ditegaskan Dirut BRI, Sofyan Basir. "NIM lambat laun akan kami turunkan sehingga pesaing maskin sulit masuk ke sektor yang kita tekuni selama ini," tandasnya.
Sebagai penggantinya, lanjut Basir, BRI akan memperbesar volume. "Karena itu kita memperbesar jaringan yang sekarang sudah 8.500 kantor," tutkasnya.
Menurut Basir, tiap tahun kantor BRI tumbuh 1.000 kantor dalam 2 tahun terakhir. "Tujuannya untuk memperluas pasar sebesar-besarnya, meningkatkan omset dengan menurunkan NIM," katanya.
Langkah penurunan NIM ini juga seiring dengan langkah penurunan suku bunga kredit yang akan dilakukan BRI. Saat ini suku bunga kredit untuk korporasi BUMN sudah 8,5% dan akan bervariasi tergantung risiko dan besarannya. [hid]