INILAH.COM, Jakarta - Rencana privatisasi atau pelepasan saham sebesar 49% oleh PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) saat ini masih terganjal pembahasan dan perijinannya di Kementerian BUMN dan DPR.
Demikian disampaikan Direktur Utama INTI, Tikno Sutisna saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Senin (30/7/2012). "Privatisasi saya tut wuri handayani (ngikut-red) saja sama pemilik saham (Kementerian BUMN-red). Apalagi ijinnya juga belum keluar dari DPR," kata Tikno.
Meski keputusan privatasiasi tersebut belum jelas kapan akan dilakukan, namun bisa dipastikan bahwa privatisasi tersebut akan melibatkan perusahaan BUMN. "Paling deket mungkin dengan PT Telkom. Tapi bisa saja dengan PT PLN atau PT Pertamina, karena kami sendiri memang punya bisnis energi," ujar Tikno.
Diperkirakan pelepasan saham tersebut akan menghasilkan dana sebesar Rp 332,5 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis telekomunikasi perseroan. "Intinya kita belum ada pembicaraan formalitas dengan perusahaan BUMN mana, karena semua memang masih dalam proses," pungkas dia. [rus]