Jumat, 24 Mei 2013 | 16:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Juni, Defisit Perdagangan RI Capai $1,32 M
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi - Rabu, 1 Agustus 2012 | 12:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia kembali mencatatkan defisit neraca perdagangan pada Juni 2012, yaitu sebesar US$1,32 miliar.

"Neraca perdagangan Juni 2012 defisit US$1,32 miliar, dengan ekspor US$15,36 miliar dan impor US$16,89 miliar," tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Rabu (1/8/2012). Namun secara kumulatif yaitu Januari-Juni 2012, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus US$476,2 juta, dengan ekspor kumulatif US$96,88 miliar dan impor kumulatif US$94,41 miliar.

Ia menyatakan, penyebab utama defisit neraca perdagangan adalah neraca perdagangan migas yang minus US$1,377 miliar akibat neraca perdagangan hasil minyak yang mencapai minus US$11,88 miliar. "Neraca gas kita masih surplus," ujarnya.

Sedangkan berdasar negara, dengan negara-negara ASEAN mencatatkan defisit US$727,6 juta. "Tapi untuk Malaysia kita masih surplus US$1,28 miliar. Defisit terbesar dengan Thailand yaitu US$3,07 miliar," ungkap Suryamin. Di luar negara ASEAN, defisit perdagangan yang terbesar terjadi dengan China yaitu US$4,045 miliar.

Pada Juni 2012, Indonesia mencatatkan pencapaian ekspor sebesar US$15,33 miliar atau turun 16,44% dibanding Juni 2011 yang sebesar US$18,39 miliar dan dibandingkan dengan Mei 2012 penurunannya mencapai 8,7%. "Total ekspor Januari sampai Juni 2012 US$96,88 miliar atau turun 1,76% dibanding periode yang sama 2011," ujar Suryamin.

Ekspor nonmigas untuk Juni 2012 tercatat sebesar US$76,83 miliar atau turun 2,79% secara year on year. Berdasarkan pangsa pasar ekspor, ke China US$10,45 miliar, Jepang US$8,72 miliar, dan USA US$7,46 miliar. Dengan pangsa ketiganya sebesar 34,66% dari total ekspor. Ekspor ke negara ASEAN mencapai US$15,46 miliar.

Sedangkan impor Juni 2012 tercatat sebesar US$16,69 miliar atau naik 10,71% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$15,07 miliar dan terhadap Mei 2012 turun 2,05%. "Total impor Januari sampai Juni 2012 sebesar US$96,41 miliar atau naik 15,35 persen year on year," ungkapnya.

Dari sisi pangsa pasar impor, China adalah yang terbesar dengan nilai US$14,49 miliar, Jepang US$11,78 miliar dan Thailand US$5,76 miliar. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.