Rabu, 19 Juni 2013 | 22:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rusuh, Penerimaan Pajak Tambang Melorot
Headline
Dirjen Pajak Fuad Rahmany - inilah.com
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi - Rabu, 1 Agustus 2012 | 12:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kerusuhan di beberapa wilayah tambang di Indonesia menjadi salah satu penyebab turunnya penerimaan pajak sektor tambang.

Hal tersebut diakui Dirjen Pajak Fuad Rahmany di Jakarta, Selasa malam (31/7/2012). Menurutnya, dalam enam bulan pertama ini penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) menurun, berkebalikan dengan penerimaan pajak lainnya.

"Saat ini (penurunan pajak tambang) gak terlalu banyaklah, tapi lumayan. Tapi ada beberapa perusahaan yang bermasalah dengan masyarakat lokal itu mengganggu produksinya, karena produksinya terganggu maka dia bayar pajaknya juga menurun sekali," ungkap Fuad di Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, penurunan harga komoditas barang tambang dunia juga turut berkontribusi pada terkoreksinya penerimaan pajak tambang. "Saya tidak bisa bilang berapa (besarnya penurunan)," ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga komoditas tambang dipicu perekonomian global yang melandai akibat krisis yang masih belum tuntas. "Terus kalau kembali ke 2009 akan terjadi slowdown, itu akan pengaruh ke pajak (secara umum). Tapi kita belum bisa hitung proyeksinya. Pokoknya penerimaan pajak itu akan selaras dengan pertumbuhan ekonomi," ungkapnya. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.