INILAH.COM, Jakarta - Kerusuhan di beberapa wilayah tambang di Indonesia menjadi salah satu penyebab turunnya penerimaan pajak sektor tambang.
Hal tersebut diakui Dirjen Pajak Fuad Rahmany di Jakarta, Selasa malam (31/7/2012). Menurutnya, dalam enam bulan pertama ini penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) menurun, berkebalikan dengan penerimaan pajak lainnya.
"Saat ini (penurunan pajak tambang) gak terlalu banyaklah, tapi lumayan. Tapi ada beberapa perusahaan yang bermasalah dengan masyarakat lokal itu mengganggu produksinya, karena produksinya terganggu maka dia bayar pajaknya juga menurun sekali," ungkap Fuad di Jakarta.
Selain itu, lanjutnya, penurunan harga komoditas barang tambang dunia juga turut berkontribusi pada terkoreksinya penerimaan pajak tambang. "Saya tidak bisa bilang berapa (besarnya penurunan)," ujarnya.
Menurutnya, penurunan harga komoditas tambang dipicu perekonomian global yang melandai akibat krisis yang masih belum tuntas. "Terus kalau kembali ke 2009 akan terjadi slowdown, itu akan pengaruh ke pajak (secara umum). Tapi kita belum bisa hitung proyeksinya. Pokoknya penerimaan pajak itu akan selaras dengan pertumbuhan ekonomi," ungkapnya. [ast]