Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 19:25 WIB

BPS Nilai Bawang Merah Kelebihan Produksi

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Rabu, 1 Agustus 2012 | 17:04 WIB
BPS Nilai Bawang Merah Kelebihan Produksi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai produksi bawang merah Indonesia telah melebihi kebutuhan masyarakat, namun masih melakukan impor komoditas tersebut.

"Lebih besar produksi, makanya bawang merah termasuk dalam komoditas pendorong inflasi ke bawah (penghambat inflasi)," ujar Kepala BPS, Suryamin di Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Hingga Juni 2012, produksi bawang merah dalam negeri mencapai 106 ribu ton, melebihi kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut yang hanya 81 ribu ton.

Berdasar data BPS, produksi bawang merah dengan daun pada 2011 sebesar 893,124 ribu ton, dengan luas panen sebesar 93,667 ribu hektar, dan rata-rata produktivitas sebesar 9,54 ton per hektar. "Jadi walaupun sempat turun tapi cukup," kilahnya.

Kendati produksi mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun hingga bulan Juni lalu terdapat 5,7 ribu ton bawang merah impor senilai US$1,97 juta. Secara akumulatif impor bawang merah untuk Januari-Juli 2012 sudah mencapai 89,7 ribu ton senilai US$40 juta.

Impor bawang merah terbesar datang dari Thailand dengan jumlah impor 32 ribu ton dengan nilai US$15,7 juta. Kemudian Vietnam, sebanyak 32,5 ribu ton senilai US$14,6 juta, India sebanyak 18,4 ribu ton dengan nilai US$6,5 juta, Filipina sebanyak 5 ribu dengan nilai US$2,3 juta, dan China sebanyak 868,4 ton dengan nilai US$390 ribu. [hid]

 
x