INILAH.COM, New York - Minyak mentah pada perdagangan Rabu (1/8/2012) bergerak volatile setelah Fed mengatakan ekonomi AS telah kehilangan momentum tetapi tidak memberikan stimulus baru.
Reaksi awal terhadap pertemuan dua hari banyak investor telah mengantisipasi dengan positif. Namun menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa hari ini, investor berhati-hati mengambil posisi.
"Harga minyak AS menyesuaikan dengan keputusan Fed yang tidak memberikan stimulus baru," kata Dominick Chirichella, analis senior Enegy Management Institute.
Namun hari ini, investor menunggu petemuan ECB dan menunggu gebrakan bank sentral Eropa.
Minyak mentah AS jenis lihgt sweet melemah 85 sen menjadi US$89,47 per barel untuk pengiriman September. Sementara minyak jenis Brent naik US$1,04 per barel di London.