INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak trauma dengan polemik pembelian saham Newmont, terkait rencana pembelian saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).
"Tidak (trauma dengan kasus Newmont). Ini kan suatu tugas negara," ungkap Agus Marto di Jakarta, Jumat (3/8/2012). Hal tersebut diungkapkannya ketika dikonfirmasi mengenai pembelian saham Newmont yang masih terkendala.
Menurut Agus Marto, dengan berakhirnya kontrak kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Jepang dalam Inalum, maka pemerintah sudah sepantasnya memiliki keseluruhan saham perusahaan penghasil alumunium tersebut.
"Karena kalau investasi sepenting Inalum berakhir, tentu harus masuk ke negara. Jadi nanti kita anggarkan itu," tuturnya. Pemerintah telah menganggarkan Rp2 triliun dalam APBNP 2012 untuk pembelian saham Inalum, dan tahun depan akan ditambah sebesar Rp5 triliun dalamm RAPBN 2013.
China dan India telah menyatakan minatnya untuk membeli saham Inalum. Sedangkan perusahaan lokal yang berminat membeli Inalum adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), beberapa perusahaan BUMN, dan perusahaan swasta seperti PT Toba Bara Sejahtera. Kontrak kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam Inalum akan berakhir pada Oktober 2013.
"Yang utama kembali dulu ke pemerintah penuh. Mungkin dari pihak Jepang mengusulkan supaya ada sebagian porsi untuk Jepang, kami me-recommend untuk sepenuhnya kembali ke Indonesia dulu," paparnya. [mel]