BANK Sulawesi Selatan-Barat (Sulselbar) memang cuma bank pembangunan daerah. Meski begitu, bank ini memiliki pesona tersendiri. Buktinya, pengusaha Chairul Tanjung (CT Corp) dan PT Jamsostek terang-terangan berminat membeli 30% saham bank ini. Namun, alih-alih menerima pinangan itu, Bank Sulselbar justru berharap sahamnya dimiliki masyarakat Sulawesi Barat-Selatan.
Diakui oleh Ellong Tjandra, Direktur Utama PT Bank Sulselbar, sejak tahun lalu Bank Sulselbar telah merencanakan untuk melepas 20% sahamnya. “Dalam setahun ini kami sudah melakukan kajian dan sepakat melepas 20% saham kepada kalangan internal,” katanya. Kebijakan ini, tambah Elong, untuk menumbuhkan rasa memiliki di antara para stakeholder bank tersebut.
Meski tak menggandeng pengusaha atau investor bonafid, Ellong masih optimistis bahwa Bank Sulsebar akan mampu menjadi bank terbaik di Kawasan Indonesia Timur. Optimisme itu dilandasi oleh semakin menggeliatnya kegiatan ekonomi di wilayah Timur Indonesia, khususnya di Sulawesi. “Menggeliatnya perekonomian di kawasan Timur akan membawa berkah tersendiri bagi kami,” kata Ellong.
Tahun lalu, bank yang berdiri pada tahun 1961 itu berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 639,1 miliar atau hampir sama dengan perolehan tahun sebelumnya yang hanya Rp 632,6 miliar. Sementara laba bersihnya tercatat Rp 253,5 miliar atau tumbuh 4% lebih dibanding periode sebelumnya. Sedangkan aset peruasahaan naik dari Rp 6,2 triliun pada 2010 menjadi Rp 7,3 triliun.
Kinerja yang tergolong apik itu terus berlanjut di tahun ini. Pada Kuartal I-2012, Bank Sulselbar berhasil mencatatkan laba sebelum pajak Rp 90,26 miliar atau tumbuh 5,86% dibanding kuartal I-2011. Menurut Ellong, perolehan laba didorong oleh pertumbuhan kredit yang cukup baik. Per Maret 2012 perseroan mencatatakan pertumbuhan kredit 15,26% mejadi Rp 5,58 triliun.
"Sumber pendapatan utama masih berasal dari pendapatan bunga dan fee based income. Kredit tumbuh baik dan sejalan dengan target kami. Kinerja keuangan tumbuh double digit," ujarnya.
Penyaluran Bank Sulselbar saat ini masih fokus pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk menunjang pertumbuhan kredit, perseroan berhasil meraih dana pihak ketiga Rp 7,53 triliun atau naik 35,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara asetnya tumbuh 37,2% menjadi Rp 9,99 triliun. Adapun capital adequacy ratio (CAR) pada Maret 2012 tercatat 22,79%.
Seiring membaiknya perekonomian di kawasan Sulselbar, Ellong optimistis kinerja bank yang dipimpinya akan lebih baik lagi di tahun 2012. Perekonomian Sulselbar pada 2011 menunjukkan kinerja yang baik dengan tingkat pertumbuhan sebesar 8,4% atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,5%.
Mewujudkan bank regional champion
Diakui oleh Ellong, meski didukung kinerja dan indikator ekonomi yang baik, untuk mewujudkan visi perusahaan sebagai bank regional champion bukanlah perkara mudah. Menurutnya banyak hal yang harus dibenahi. Perbaikan itu dimaksudkan agar visi perusahaan harus dapat diimplementasikan hingga setiap unit bisnis. Dengan demikian visi tersebut tak hanya menjadi slogan. Harus didukung dengan rencana jangka pendek hingga jangka panjang, dengan benang merah mewujudkan visi perusahaan.
Sejumlah strategi pun telah disiapkan, antara lain peningkatan kualitas SDM; Penyempurnaan sistem organisasi yang lebih sesuai dengan tuntutan nasabah, stakeholder dan tuntutan persaingan; Peningkatan kualitas IT untuk mendukung operasional dan rencana bisnis ke depan,dan lain-lain. Serangkaian strategi di bidang investasi jaringan kantor dan infrastruktur juga dikedepankan untuk memberikan kemudahan kepada nasabah.
Bank Sulselbar juga akan melakukan serangkaian kegiatan promosi untuk meningkatkan brand awareness masyarakat. Hal itu kemudian mendorong peningkatan pendapatan fee based income yang berasal dari jasa-jasa layanan perbankan lainnya seiring dengan semakin bertambahnya jaringan operasional dan delivery channel Bank Sulselbar.
Ellong terlahir di Kota Angin Mamiri, 60 tahun silam. Pendidikan formal terakhir yang berhasil diselesaikannya adalah Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen Jakarta.Kariernya diawali sebagai Analis Ekonomi Daerah &Pembukaan Kantor Cabang Baru pada Bank BDN(1983). Kemudian meningkat menjadi Wakil Kepala Cabang Bidang AdministrasiBank BDN (1992). Setapak demi setapak berbagai jabatan berhasil diduduki Ellong, termasuk Kepala Kantor Bank BDN Cabang Jakarta Gedung Pelni(1998).
Setelah BDN dilebur menjadi Bank Mandiri, beberapa posisi penting pernah dipegang Ellong di bank paling kaya di tanah air ini. Mulai dari jabatan Kepala Kantor Bank MandiriCabang Jakarta Area Casablanca (2001), Kepala BankMandiri Wilayah X Makassar (2003), Grup HeadSmall Business Sales (Januari – Juni 2005), hingga KepalaBank Mandiri Wilayah IV Bandung (2005).
Kendati sudah nyaman di Bank Mandiri, nasib rupanya berbicara lain. Ellong akhirnya berlabuh di Bank Sulselbar dan sejak Agustus 2009 dipercaya memegang posisi Direktur Utama.